Kasus Akil, momentum berantas mafia sengketa pilkada

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 01:27 WIB
Kasus Akil, momentum...
Kasus Akil, momentum berantas mafia sengketa pilkada
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juworno mengaku terharu dengan tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (MK) karena diduga menerima suap.

Teguh menilai, kasus ini sebagai pintu masuk untuk membongkar dan memberantas kejahatan mafia sengkata pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Penangkapan Ketua MK ini sekaligus harus dijadikan pintu masuk untuk Membongkar Mafia Sengketa Pilkada," kata Teguh melalui pesan singkatnya, Rabu (3/10/2013).

Anggota komisi V DPR RI ini memuji langkah tegas KPK yang tanpa pandang bulu menangkap ketua lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, apalagi sebelumnya KPK juga menangkap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini,

"Strategi KPK untuk menangkap pucuk pimpinan lembaga sebagai strategi yang cerdas, karena 'ikan busuk dari kepala," Tegas mantan wartawan ini.

Sistem peradilaan dimana hakim sebagai wakil Tuhan di muka bumi, kata Teguh telah hancur. Maka di tengah pembahaasan RUU KUHP, sistem ini perlu diganti dengan sistem juri seperti di Amerika.

"Karena ternyata hakim-hakim di negeri ini telah terasuki nafsu duniawi. Sehingga bukan lagi wakil Tuhan tapi malah jadi wakil hantu," tegas Teguh.

Seperti diketahui, Akil Mochtar , CHN (Anggota DPR RI) dan CN (Pengusaha), ditangkap KPK, Rabu, 2 Oktober 2013 malam di rumahnya, di Kompleks Widya Chadra III, No 7, Jakarta Selatan.

Selain itu, penyidik juga menangkap HB (Kepala Daerah) dan DH (Swasta)
di sebuah Hotel di Jakarta.

Kasus ini diduga terkait pengurusan perkara Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, di MK. Akil diduga menerima uang dalam mata uang dolar Singapura senilai Rp2-3 miliar.
(lns)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved