Jadi caleg, warga Priok luncurkan buku biografi

Rabu, 02 Oktober 2013 - 01:00 WIB
Jadi caleg, warga Priok...
Jadi caleg, warga Priok luncurkan buku biografi
A A A
Sindonews.com - Salah seorang warga Tanjung Priok, yang merupakan calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai NasDem Ahmad Sahroni meluncurkan buku biografinya.

Buku yang berkisah tentang perjalanan hidupnya, mulai dari titik nol hingga menjadi seorang pengusaha sukses ini ditulis oleh Fenty Effendy, yang pernah juga menulis buku biografi jurnalis senior Karni Ilyas dan Walikota Bogor Bima Arya.

Di buku tersebut, Ahmad Sahroni menceritakan pengalaman masa kecilnya yang tinggal bersama keluarganya, yang menjual Nasi Padang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dia pun pernah merasakan kerasnya hidup di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Mulai dari menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, sopir pribadi, bahkan tukang angkat selang pengisi bahan bakar kapal tongkang yang beratnya mencapai 75 kilogram. Semua pekerjaan itu pernah dilakoninya.

"Buku ini dibuat memang buat pedoman, karena selama ini belum ada orang Priok berani membuat buku tentang Priok yang sebenarnya," ujar Ahmad Sahroni dalam siaran persnya, Rabu (2/10/2013).

Di dalam buku itu pun, dia mengaku ingin membuktikan kepada masyarakat luas bahwa warga Tanjung Priok pun punya potensi untuk memajukan bangsa ini.

"Saya ingin membuktikan, bahwa orang Priok itu ada potensi besar, bukan potensi kecil, di masa yang akan datang, supaya Jakarta Utara bisa setara dengan wilayah-wilayah yang lain, terutama wilayah Jakarta Selatan," tuturnya.

Saat ini, Ahmad Sahroni menjabat sebagai Direktur Utama PT Ruwanda Satya Abadi. Dia bahkan dipercaya memegang kursi President Ferrari Owner Club Indonesia (FOCI). Dalam Pemilu Legislatif 2014, dia menjadi Caleg Partai NasDem dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta III nomor urut 1.

"Saya akan kembali ke titik nol dalam tingkat pencalonan saya. Mengabdi pada masyarakat Jakarta Utara, sebab saya cinta Priok, saya lahir dan besar di Priok. Dan mudah-mudahan bisa mencapai tingkat nilai yang teratas," tuturnya.

Sementara itu, penulis buku biografi Ahmad Sahroni, Fenty Effendy mengatakan bahwa saat menulis dirinya mendapat banyak pertanyaan dari sejumlah pihak, lantaran figur yang akan dia bukukan belum begitu terkenal.

"Saya balik bertanya, kenapa tidak. Apa orang harus terkenal dulu untuk dibukukan. Banyak orang terkenal, tapi tak jadi panutan. Karenanya saya menulis buku ini. Justru karena tidak terkenal itu dia harus dibukukan, karena menginsiprasi," ujar Fenty.

Klik di sini untuk berita lainnya.
(stb)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved