DPR: MoU KPU-Lemsaneg harus diaudit
Selasa, 01 Oktober 2013 - 14:44 WIB
DPR: MoU KPU-Lemsaneg harus diaudit
A
A
A
Sindonews.com - Kerja sama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) terus menjadi sorotan partai politik peserta pemilu 2014, termasuk para politikus Senayan.
Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja mengatakan, kerja sama KPU dan Lemsaneg harus terbuka dan bisa dilakukan audit.
"Konsekuensi pelibatan Lemsaneg mau tidak mau harus terbuka dan bisa diaudit, karena pemilu ranah terbuka," kata Hakam Naja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2013).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, kerja sama dengan Lemsaneg tanpa sepengetahuan komisi II DPR, sebagai mitra kerja KPU. "Kami juga kaget," imbuhnya.
Menurutnya, cara kerja Lemsaneg dalam melakukan proteksi terhadap hasil suara pemilu tetap harus mendapat pengawasan.
"Konsekuensi pelibatan Lemsaneg yang tadinya di belakang harus di depan (terbuka), tidak mungkin kalau tidak diawasi," tukasnya.
Seperti diketahui, untuk menciptakan hasil pemilu berkualitas, KPU menggandeng banyak pihak termasuk Lemsaneg, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan beberapa lembaga lain. Kerja sama antara KPU dengan Lemsaneg menuai kritik karena ditengarai akan mempengaruhi kualitas pemilu.
Baca juga berita KPU gandeng Lemsaneg, Hanura minta parpol dilibatkan.
Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja mengatakan, kerja sama KPU dan Lemsaneg harus terbuka dan bisa dilakukan audit.
"Konsekuensi pelibatan Lemsaneg mau tidak mau harus terbuka dan bisa diaudit, karena pemilu ranah terbuka," kata Hakam Naja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2013).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, kerja sama dengan Lemsaneg tanpa sepengetahuan komisi II DPR, sebagai mitra kerja KPU. "Kami juga kaget," imbuhnya.
Menurutnya, cara kerja Lemsaneg dalam melakukan proteksi terhadap hasil suara pemilu tetap harus mendapat pengawasan.
"Konsekuensi pelibatan Lemsaneg yang tadinya di belakang harus di depan (terbuka), tidak mungkin kalau tidak diawasi," tukasnya.
Seperti diketahui, untuk menciptakan hasil pemilu berkualitas, KPU menggandeng banyak pihak termasuk Lemsaneg, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan beberapa lembaga lain. Kerja sama antara KPU dengan Lemsaneg menuai kritik karena ditengarai akan mempengaruhi kualitas pemilu.
Baca juga berita KPU gandeng Lemsaneg, Hanura minta parpol dilibatkan.
(lal)