Mahfud MD sebut kontestasi capres syarat politik uang

Minggu, 29 September 2013 - 17:33 WIB
Mahfud MD sebut kontestasi...
Mahfud MD sebut kontestasi capres syarat politik uang
A A A
Sindonews.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai untuk ikut dalam percaturan politik di negeri ini harus pakai uang. Hal itulah yang membuat banyak politikus merasa tersandera oleh kasus-kasus mereka sendiri.

"Dan ini sekarang sudah meluas dimana-mana, orang berpikir enggak punya uang kok mau berkontestasi politik. Di negeri ini hampir tak ada yang tak pakai uang. Sekarang sudah sangat mengerikan. Kecurangan di dalam demokrasi menggelinding, misalnya saya mau ikut pemilihan, mau bersih susah juga. Semua saling bayar," ungkapnya saat pelantikan KAHMI di Aula Balai Kota Depok, Minggu (29/09/2013).

Mahfud menambahkan jika seorang pejabat tertangkap korupsi, bukan karena penegakan hukum berjalan tetapi karena sedang apes. "Ketika si A ditangkap, itu karena apes bukan karena penegakan hukum. Karena apes, backing tak ada jadi dikorbankan. Jangan heran setingkat menteri baru kali ini saja dijadikan tersangka," tuturnya.

Mahfud juga mengungkapkan saat ada fit and proper test di DPR, akan terjadi banyak transaksi. Bahkan hal itu terjadi saat masa pemilihan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di era Antasari Azhar.

"Saat mau pemilihan ketua KPK, di zaman Pak Antasari Azhar, saya saat itu tentukan 4 orang. Tiba-tiba satu dari 4 itu mengirim orang kepada saya. Bilang ini titipan, mohon ini didukung bapak untuk pak X. Saya langsung tegas katakan orang ini jangan dipilih, yang tiga tetap, karena dia antar uang ke saya," ungkapnya.

Mahfud menyebut modus-modus seperti itu terjadi di semua pemilihan pejabat di Indonesia. "Buktinya banyak, itu lihat saja kasus yang sudah dihukum cek pelawat itu karena agar jadi Deputi Senior Gubernur BI. Itulah yang terjadi. Lalu saya berpikir bagaimana cara mengubah ini, pertama harus muncul tirani yang mampu gebuki siapapun yang curang. Cari pemimpin yang tegas, atau bubar negara ini karena pada akhirnya pembangkangan semakin masif," tegasnya.

Baca juga Masyarakat perlu soroti dana Konvensi Capres Demokrat.
(lal)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved