Rapat Komisi III rawan diboikot jika Ruhut jadi ketua
Jum'at, 20 September 2013 - 17:54 WIB
Rapat Komisi III rawan diboikot jika Ruhut jadi ketua
A
A
A
Sindonews.com - Penunjukkan Ruhut Poltak Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Gede Pasek Suardika terus menuai kontroversi.
Anggota Komisi III DPR RI, Nudirman Munir mengatakan, masih banyak kader Partai Demokrat yang bisa dijadikan Ketua Komisi III untuk menggantikan Pasek selain Ruhut.
"Kan masih ada Harry Witjaksono, Edy Ramli Sitanggang. Demokrat bisa mengganti dengan kader lain," katanya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (20/9/2013).
Politikus Partai Golkar ini mengakui hal tersebut merupakan kewenangan Fraksi Partai Demokrat. Namun bila tak ada pergantian, ia khawatir ketika pengambilan keputusan di dalam komisi justru banyak anggota yang tak hadir.
"Nanti bisa diboikot, enggak kuorum rapat tidak bisa dilakukan," tuntasnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan mereka tidak akan mengubah keputusan dengan menunjuk Ruhut sebagai Ketua Komisi III menggantikan Pasek.
"Kami kira tidak (Ruhut tetap Ketua Komisi III), kenapa harus mengubah. Karena di sini azas nya harus saling menghargai. Kami juga tidak pernah menolak fraksi lain," kata Nurhayati sebelumnya.
Nurhayati pun menilai wajar jika ada penolakan, karena itu dinilainya bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi. "Ini kan merupakan dinamika di dalam politik dan biasa, memang ada hak memberikan tanggapan tetapi bukan penolakan," terangnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya pun meminta seluruh anggota Komisi III bisa memberikan kesempatan kepada mantan publik figur itu untuk memimpin komisi yang membidangi masalah hukum tersebut.
"Berikan (kesempatan) Pak Ruhut Sitompul memimpin bagaimana dia memimpin. Mungkin saat anggota bisa lebih santai, namun ketika jadi pemimpin harus punya leadership," tuntasnya.
Baca juga berita Loyalis Anas dinilai lebih baik dari kader SBY
Anggota Komisi III DPR RI, Nudirman Munir mengatakan, masih banyak kader Partai Demokrat yang bisa dijadikan Ketua Komisi III untuk menggantikan Pasek selain Ruhut.
"Kan masih ada Harry Witjaksono, Edy Ramli Sitanggang. Demokrat bisa mengganti dengan kader lain," katanya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (20/9/2013).
Politikus Partai Golkar ini mengakui hal tersebut merupakan kewenangan Fraksi Partai Demokrat. Namun bila tak ada pergantian, ia khawatir ketika pengambilan keputusan di dalam komisi justru banyak anggota yang tak hadir.
"Nanti bisa diboikot, enggak kuorum rapat tidak bisa dilakukan," tuntasnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan mereka tidak akan mengubah keputusan dengan menunjuk Ruhut sebagai Ketua Komisi III menggantikan Pasek.
"Kami kira tidak (Ruhut tetap Ketua Komisi III), kenapa harus mengubah. Karena di sini azas nya harus saling menghargai. Kami juga tidak pernah menolak fraksi lain," kata Nurhayati sebelumnya.
Nurhayati pun menilai wajar jika ada penolakan, karena itu dinilainya bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi. "Ini kan merupakan dinamika di dalam politik dan biasa, memang ada hak memberikan tanggapan tetapi bukan penolakan," terangnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya pun meminta seluruh anggota Komisi III bisa memberikan kesempatan kepada mantan publik figur itu untuk memimpin komisi yang membidangi masalah hukum tersebut.
"Berikan (kesempatan) Pak Ruhut Sitompul memimpin bagaimana dia memimpin. Mungkin saat anggota bisa lebih santai, namun ketika jadi pemimpin harus punya leadership," tuntasnya.
Baca juga berita Loyalis Anas dinilai lebih baik dari kader SBY
(kri)