KPU & Kemendagri perlu konsolidasi, samakan data DPT

Selasa, 17 September 2013 - 03:02 WIB
KPU & Kemendagri perlu...
KPU & Kemendagri perlu konsolidasi, samakan data DPT
A A A
Sindonews.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan, jika data Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagi) akurat dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memakai Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebagai basis penetapan DPT, tentunya tingkat kekacauan penetapan DPT tidak akan serumit ini.

Menurutnya, terlebih data pemilih kita telah masuk dalam program perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Tentunya akan terjadi sebaliknya, apakah data kemendagri yang tidak akurat.

"Apakah memang KPU yang abai menggunakan DP4 dan memakai data lain sebagai prioritas atau justru memang data DP4-nya yang kurang sempurna yang mengakibatkan kinerja KPU tidak optimal," kata Ray saat dihubungi wartawan, Senin 16 September 2013.

Ray menjelaskan, inilah pintu yang tepat bagi Komisi II DPR, agar serius dan seksama mengawasi program Kemendagri yang menelan biaya hingga Rp8 triliun.

Wakil Ketua Komisi II, Abdul Hakam Naja mengatakan, menunda penetapan DPT merupakan solusi yang dinilai dapat menjawab karut marutnya persoalan DPT. Apalagi saat ini data dari Kemendagri dan KPU belum sinkron satu sama lain. "Ini data disandingkan. Kemendagri dan KPU duduk dulu untuk menyandingkan data," ucapnya.

Menurut Hakam, memang belum terlihat kerja sama di antara dua lembaga ini. Sehingga dibutuhkan pencocokan masing-masing data. "Ini kan kamar yang berbeda. Mereka ini sama-sama kerja. Tapi belum kerja sama," katanya.

Komisi II tidak akan mencampuri proses sinkronisasi. Menurut dia komisi II hanya akan melihat hasil pelaporan dari proses sinkronisasi KPU dan Kemendagri. Setelah sinkronisasi maka akan terlihat dataidata mana yang tidak akurat.

"Nanti Komisi melihat hasilnya. Komisi II tidak akan masuk dalam wilayah proses. Biarkan mereka mencocokan program komputernya atau sofware-nya," ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved