Prabowo sediakan pengacara untuk Wilfrida

Minggu, 15 September 2013 - 12:54 WIB
Prabowo sediakan pengacara...
Prabowo sediakan pengacara untuk Wilfrida
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto telah menjenguk Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Belu-Nusa Tenggara Timur (NTT), Wilfrida Soik, yang terancam hukuman mati di Malaysia, pada Sabtu 14 September 2013.

Dalam hal ini, Prabowo didampingi oleh pakar hukum terkemuka di Malaysia, Tan Sri Mohammad Shafee Abudullah, dan Ms Tanya, lawyer (pengacara) wanita yang juga Asiten Tan Sri. Diketahui, Wilfrida dituduh membunuh majikan perempuannya itu, kini ditahan di penjara Kota Bharu, Kelantan, Malaysia.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam di dalam tahanan tersebut, Prabowo bersama para lawyer melakukan investigasi dan koordinasi, guna melakukan pembinaan terhadap Wilfrida.

"Pak Prabowo di dalam (tahanan) bersama para lawyer bertemu Wilfrida selama dua jam. Kami yang lain dari Indonesia tidak boleh masuk," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Sudaryono, dalam keterangan resminya, Minggu (15/9/2013).

Sudaryono yang juga sekretaris pribadi Prabowo ini menjelaskan, Prabowo telah menunjuk Ms Tanya, lawyer wanita dari Malaysia untuk mendampingi Wilfrida selama menjalani sidang. "Pak Prabowo juga akan melobi pemerintah Malaysia, agar gadis TKW tersebut bisa diselamatkan dari jerat hukuman mati," tuturnya.

Dalam pertemuan sebelumnya dengan sahabatnya Tan Sri Mohammad Shafee, kepada Prabowo Tan Sri berjanji akan menyelidiki secara tuntas kasus Wlfrida, dan Tan Sri yakin masih ada waktu untuk bisa menyelamatkan Wilfrida.

Kasus Wilfrida ini sebetulnya sudah cukup lama, namun hingga saat ini belum ada tindakan dari pemerintah Indonesia untuk melakukan pembelaan hukum. Bahkan, menurut Tan Sri, hingga saat ini belum ada dari pihak kedutaan Indonesia yang menengok Wilfrida.

"Usai bertemu dengan Wifrida, Pak Prabowo kembali terbang ke Kuala Lumpur dan bertemu dengan menteri dalam negeri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi," imbuhnya.

Seperti diketahui, begitu mendapat masukan dari teman-temannya, dan keluhan dari warga NTT, Prabowo pada Jumat 13 September 2013 sore, terbang ke Malaysia untuk bisa menyelematkan TKW asal Belu NTT, itu.

Wilfrida yang dituduh membunuh majikannya ini, adalah korban dari perdagangan anak di bawah umur yang kemudian dipekerjakan di Malaysia. Prabowo tergerak membela Wilfrida, selain karena merasa iba terhadap nasib anak di bawah umur itu, juga dikarenakan Prabowo memiliki hubungan yang baik dengan PM Malaysia, Nazib Razak.

Tak hanya itu, ayah Nazib, PM kedua Malaysia, Tun abdul Razak adalah kawan karib dari ayah Prabowo, (alm) Profesor Sumitro Djojohadikusumo. Prabowo yang pernah bersekolah SD di Kuala Lumpur, yaitu di Victoria Institution saat ikut ayahnya di Malaysia, memiliki banyak teman-teman yang kini menjadi petinggi di pemerintahan Malaysia.

Termasuk salah satunya Tan Sri Mohammed Shafee, yang kini menjadi pakar hukum paling top di Malaysia dan punya hubungan yang baik dengan kalangan Pemerintahan di Malaysia. Sebetulnya untuk urusan menolong TKI, Januari tahun 2012 lalu Prabowo juga membantu memulangkan 300 TKW dari Yordania, yang tidak sengaja ia temukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

300 TKW yang nasibnya tidak jelas karena tidak memiliki dokumen resmi itu, akhirnya secara bertahap bisa pulang ke Indonesia, karena hubungan baik Prabowo dengan Raja Yordania. Kini hanya tinggal 30 di antara 300 tersebut, dan diperkirakan bulan ini sudah bisa pulang ke Indonesia semua.
(maf)
Berita Terkait
Bayar Diyat Rp15,5 M...
Bayar Diyat Rp15,5 M dan Penjara 20 Tahun, TKI Ini Akhirnya Lolos Eksekusi di Arab
Sekda: Ety Bisa Kembali...
Sekda: Ety Bisa Kembali Berkat Doa Seluruh Masyarakat Majalengka
Disnakertrans Jabar...
Disnakertrans Jabar Siap Fasilitasi Kepulangan Ety ke Majalengka
Wakil Ketua MPR Sore...
Wakil Ketua MPR Sore Ini Jemput TKI Bebas dari Hukuman Mati di Soetta
TKW Bebas dari Hukuman...
TKW Bebas dari Hukuman Mati, Jazilul Fawaid: Satu Nyawa Sangat Berharga
Ketum PBNU Ucapkan Syukur...
Ketum PBNU Ucapkan Syukur atas Bebasnya Ety dari Hukuman Mati di Saudi
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved