Bahasa Inggris penting untuk hadapi ASEAN Community

Selasa, 10 September 2013 - 19:07 WIB
Bahasa Inggris penting...
Bahasa Inggris penting untuk hadapi ASEAN Community
A A A
Sindonews.com - Negara The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) harus siap menghadapi ASEAN Community 2015. Kesiapan tersebut harus ditunjukan oleh generasi muda agar tidak tertinggal dalam berkompetisi.

Salah satu cara agar bisa bersaing yakni, tentu menguasai kemampuan berbahasa asing, seperti bahasa Inggris. Kursus bahasa Inggris saat ini diyakini sebagai industri yang bisa berkembang pesat.

Wall Street Institute yang kini telah berganti nama baru menjadi Wall Street English mengklaim, menciptakan logo berupa pintu yang terbuka menuju masa depan yang cerah di era globalisasi. Hal itu untuk membantu generasi muda bisa berbicara dan memahami Bahasa Inggris.

Wall Street English menilai bahasa Inggris adalah bahasa dunia yang digunakan sebagai bahasa bisnis internasional, wisatawan dunia, dan diplomasi. Diperkirakan lebih dari dua miliar orang di dunia belajar bahasa Inggris untuk mengubah masa depan.

"Wall Street English telah menjadi mitra belajar bahasa Inggris bagi 190 ribu siswa dan lebih dari dua juta alumni di seluruh dunia. Identitas baru kami dengan logo pintu yang terbuka mengartikan bahwa masa depan mereka terbuka ketika belajar bahasa Inggris," ujar Chief Operating Officer Wall Street English James McGowan, Selasa (10/9/2013).

Presiden Direktur Wall Street English Indonesia Angsuman Rakshit mengakui bahwa kursus bahasa Inggris kini bukan hanya sekedar menjadi kebutuhan, tetapi sudah menjadi industri di Indonesia. Bahasa Inggris, lanjutnya menjadi sebuah jembatan yang paling penting untuk dipahami menghadapi Asean Community.

"Kini semua bangsa telah berubah menjadi digital, perubahan yang terjadi harus mulai dari dalam. Industri pemberian pelayanan bahasa Inggris. Betul kita akan menghadapi ASEAN Community, Filiphina, Thailand, Malaysia, bahkan Indonesia," ungkapnya.

"Banyak negara menggunakan bahasa Inggris, kita harus pandai berbahasa Inggris. Bukan hanya sekadar mengerti grammar dan struktur, tetapi harus terus memperbaiki kemampuan kita," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Inggris Umumkan Siap...
Inggris Umumkan Siap untuk Mengerahkan Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved