PKPU pembatasan alat peraga diragukan efektif

Sabtu, 07 September 2013 - 02:36 WIB
PKPU pembatasan alat...
PKPU pembatasan alat peraga diragukan efektif
A A A
Sindonews.com - Di dalam Peraturan Komisi pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan Pertama atas PKPU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye terdapat aturan pembatasan alat peraga. Dalam hal ini pembatasan tersebut dinilai tidak efektif dalam pelaksanaan nantinya.

Ketua DPP PKB Marwan Jafar mengaku ragu bahwa aturan tersebut akan benar-benar dapat diterapkan secara efektif. Pasalnya dia menilai pengawasannya masih sangat lemah.

“Sulit itu karena memang teman-teman sudah memasang gambar semua sampai ke desa-desa. Lalu siapa yang mau mengambil gambar itu. Apa iya sih Satpol PP. Saya ragu juga,” kata saat ditemui SINDO di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6 September 2013).

Dia mengkritisi banyaknya spanduk berisi ucapan selamat hari raya yang bertebaran dimana-mana tanpa adanya tindakan. Kemudian terkait kampanye di media massa, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dinilai mandul dalam melakukan pengawasan.

“Selamat hari raya itu sudah terpasang dimana-mana. Di angkot-angkot sudah banyak. KPI juga tidak tegas soal kampanye di TV misalnya. Apa yang dilakukan KPI hari ini. Hampir semua tokoh parpol sudah tiap hari. Apa tindakannya,” katanya.

Dia mengerti aturan ini bermaksud agar para caleg lebih banyak berdialog. Namun, menurutnya aturan kampanye tidak usah terlalu ketat dan rigit.

“Lebih baik KPU tidak terlalu berpikir ketat. Tetapi diberi ruang untuk caleg mensosialisasikan diri. Tidak terlalu rigitlah. Kalau terlalu rigit malah terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Nanti mencuri-curi,” ungkapnya.

Ketua Fraksi PKB ini mengatakan pemasangan spanduk cukup diatur disesuaikan dengan keindahan kota. Misalnya di tempat umum harus steril dari pemasangan spanduk

“Mungkin yang mengganggu pemadangan kota dapat dialihkan ke tempat lain. Alun-alun atau taman kota kalau bisa steril lah,” katanya.
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Jet Tempur Siluman F-35...
Jet Tempur Siluman F-35 Israel Tak Efektif saat Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved