Pengamat: Menyatukan partai Islam bukan perkara mudah

Selasa, 03 September 2013 - 10:10 WIB
Pengamat: Menyatukan...
Pengamat: Menyatukan partai Islam bukan perkara mudah
A A A
Sindonews.com - Wacana untuk mengusung calon presiden dari gabungan partai Islam semakin ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Namun, menyatukan semua partai Islam dipandang bukanlah perkara yang mudah.

Pengamat Politik Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda beralasan, pasalnya masing-masing partai memiliki basis masa tersendiri. Hal inilah yang menurut dia menjadi bagian paling sulit.

"Ini membangun poros baru. Ini kan baru wacana. Belum tentu diterima oleh semua. Akan sulit ya. Jika tercapai akan menarik. Tetapi berat juga ya," ucapnya saat dihubungi SINDO, Senin (2/9/2013) malam.

Ditanyakan alasan dimunculkannya wacana ini, menurut Hanta untuk mengimbangi kekuatan figur-figur nasionalis yang saat ini cenderung lebih kuat. Pasalnya, partai Islam belum memiliki figur-figur yang kuat sehingga muncul wacana ini untuk mengimbangi nama-nama yang sudah ada.

Terkait wacana ini sebagai strategi menaikkan elektabilitas, Hanta mengatakan hal tersebut tergantung figur yang diusung. "Dapat menaikkan elektabilitas jika figurnya kuat. Tetapi jika figurnya tidak kuat maka tidak akan mampu mendongkrak elektabilitas," katanya.

Dia mengatakan bahwa ketua umum partai-partai Islam memiliki peluang yang cukup untuk dicalonkan. Namun demikian, menurutnya sebelum menunjuk pada satu figur lebih baik untuk berbicara platfom politik dahulu.

Misalnya, tentang pandangan Indonesia ke depan. Kalau ada titik temu maka baru bersepakat siapa yang diusung.

"Menurut saya nama-nama Anis matta dan Hatta Rajasa mempunyai potensi untuk RI 2. Untuk tokoh di luar partai Islam, Mahfud MD misalnya dapat dijadikan capres," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved