Wacana capres gabungan partai Islam tak efektif

Jum'at, 30 Agustus 2013 - 04:02 WIB
Wacana capres gabungan...
Wacana capres gabungan partai Islam tak efektif
A A A
Sindonews.com - Wacana agar partai berbasis Islam bergabung mengusung seorang calon presiden (capres) dinilai kurang efektif. Pasalnya, selain perilaku masyarakat yang berubah juga karena sulit untuk menggabungkan partai-partai Islam Indonesia.

Pengamat Politik Soegeng Sarjadi Sindicate (SSS), Toto Sugiarto mengatakan, gagasan gabungan partai Islam mengusulkan satu capres merupakan hal yang sah-sah saja dilakukan. Namun menurutnya perkembangan terakhir menunjukkan politik Islam sudah tidak lagi menjadi preferensi mayoritas pemilih.

"Jadi saya rasa kurang efektif karena selain saat ini pemilih sudah tidak berdasarkan agama juga sulit menyatukan partai Islam. Agak sulit menyatukan mereka dalam satu tubuh. Partai Islam tidak dalam satu ideologi," katanya saat dihubungi SINDO, di Jakarta, Kamis (29/8/2013) malam.

Selain itu, dia mengatakan bahwa saat ini sulit bagi partai Islam untuk menandingi kekuatan partai berbasis nasional. Namun, sekali lagi dia mengatakan gagasan tersebut boleh-boleh saja untuk diwujudkan.

"Kita lihat PDIP dan Golkar sedang kuat-kuatnya. Saya pikir gagasan itu untuk menandingi boleh-boleh saja," katanya.

Ditanyakan apakah jika terbentuk capres gabungan Partai Islam akan sama kuatnya seperti Tahun 1999. Dimana Gusdur berhasil menjadi presiden karena diusung poros tengah yang terdiri dari berbagai partai Islam, Toto mengatakan akan berbeda. Hal ini terjadi karena pada masa itu partai Islam sedang pada kondisi yang sedang menguat.

"Lebih karena memang sedang menguatnya politik Islam Muhamadiyah dengan PAN dan NU PKB. Itu sangat solid. Sekarang kondisi berbeda. Partai Islam suaranya semakin rendah dan di papan bawah survei," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Berita Terkini
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved