Kombinasi olahraga & teknologi sains picu prestasi

Selasa, 20 Agustus 2013 - 04:02 WIB
Kombinasi olahraga &...
Kombinasi olahraga & teknologi sains picu prestasi
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tengah berupaya melakukan peningkatan prestasi olahraga. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Kemenpora akan menjalankan program sains sport utamanya pada perguruan tinggi yang memiliki fakultas keolahragaan.

"Salah satu sasaran kami untuk melaksanakan sains sport ini tentu UNY (Universitas Negeri Yogyakarta)," ujar Menpora Roy Suryo, usai memberikan orasi ilmiah pada pembukaan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) mahasiswa UNY di GOR kampus setempat, di Yogyakarta, Senin (19/8/2013).

"Karena kami menyadari peran kampus Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) tidak hanya melatih fisik para atlet saja, tetapi bisa dijadikan tempat pembinaan dan mendektesi bakat atlet sejak awal," imbuhnya.

Menurut Roy, pencetak prestasi olahraga saat ini tidak hanya bisa berdasarkan bakat olahraga saja, tapi juga wajib dipadukan dengan teknologi sains. Menurutnya, kampus sebagai tempat pusat ilmu pengetahuan mampu membantu pengembangan olahraga.

"Kami berencana segera merealisasika program sains sport ini. Tinggal menunggu disahkannya peraturan menteri (Permen) terlebih dahulu. Bila Permennya sudah keluar, maka petunjuk teknis dan pelaksanaannya segera dibuat. Termasuk bagaimana nanti merancang kurikulum sains sport ini nantinya," jelasnya.

Roy mengatakan, untuk implementasi sains sport, pihaknya telah mencari kurikulum yang bisa diadopsi untuk diterapkan di kampus-kampus keolahragaan. Saat ini sudah ada contoh kurikulum asal Belanda. Hanya saja, untuk menerapkan kurikulum tersebut masih melihat standar kesiapan sarana olahraga yang dimiliki kampus maupun yang ada di sekitar kampus.

"Untuk Fakultas Ilmu Keolahragaan di UNY sendiri sebenarnya sudah memiliki standar yang diharapkan. Tapi untuk di kota lain seperti Pekanbaru dan Samarinda, fasilitas olahraga yang memadai masih terlalu jauh dengan kampus. Bahkan di Sleman saja, Stadion Maguwoharjo letaknya masih cukup jauh dengan kampus, sehingga pengelolaannya kurang maksimal," jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY, Rumpis Agus Sudarko MS menjelaskan, lemahnya pembinaan atlet di Indonesia disebabkan minimnya pemanfaatan tekonologi yang ada. Ini diperparah dengan tidak pernah cocoknya pemikiran dari dalam kampus dengan pelatih-pelatih yang ada di pusat-pusat pelatihan.

"Dengan adanya sains sport keberadaan atlet yang berbakat bisa diukur dan dilatih menjadi atlet profesional nantinya," terang Rumpis.
(maf)
Berita Terkait
Pembelian Rafale dan...
Pembelian Rafale dan Pengembangan SDM Iptek
Hai Pelajar, Yuk Ikutan...
Hai Pelajar, Yuk Ikutan Doodle Art Science Contest dan Photography Contest
Kemajuan IPTEK Dorong...
Kemajuan IPTEK Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi
Presiden Tegaskan Kedudukan...
Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma IPTEK
Peleburan Litbangjirap...
Peleburan Litbangjirap ke BRIN, Akademisi Anggap Kemunduran Iptek
Peringatan Hari Anak...
Peringatan Hari Anak Nasional, Menristek Tekankan Pentingnya IPTEK
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved