Partai besar ulur pembahasan UU Pilpres?

Senin, 19 Agustus 2013 - 12:43 WIB
Partai besar ulur pembahasan...
Partai besar ulur pembahasan UU Pilpres?
A A A
Sindonews.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menduga partai-partai politik pemilik kursi besar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berupaya mengulur pembahasan Undang-undang Pemilihan Presiden (UU Pilpres).

Dugaan tersebut diungkap Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).

"Memang kita melihat ada kecenderungan partai-partai yang kebetulan kursi lebih banyak ini untuk tidak mau melanjutkan pembahasan, buying time."

Menurutnya, proses ulur ini bertujuan agar tenggat waktu untuk melakukan pembahasan segera habis. Sehingga pada akhirnya, DPR tetap menggunakan UU Pilpres yang sudah ada. "Kelihatan ada arah ke situ," tukas Saleh.

Hanura sendiri terus mendorong adanya revisi UU Pilpres yang sudah ada. Poin krusial yang harus direvisi mengenai partai politik peserta pemilu yang lolos Presidential Threshold selayaknya dan berhak mengajukan calon presiden (capres).

"Pada intinya kita inginkan agar UU Pilpres segera direvisi. Terserah berapa pun besaran PT, mau berapa pun kita lihat nanti," katanya.
(hyk)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved