PDIP tak akan tentukan capres ala Demokrat
Sabtu, 17 Agustus 2013 - 18:44 WIB
PDIP tak akan tentukan capres ala Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menegaskan hingga kini masih menyerahkan kepada Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri, untuk menentukan calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Dengan begitu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan partainya tidak akan menggelar konvensi untuk mencari siapa yang layak untuk diajukan sebagai capres.
"Kalau partai mekanisme kita tidak ada konvensi, mekanismenya sejak dua tahun lalu diserahkan ke forum rakernas (rapat kerja nasional)," kata Tjahjo di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2013)..
"Momentumnya kapan pelaksanaanya, lalu siapa nanti yang dicalonkan apakah Ibu mega atau calon yang lain, pasangan siapa wapresnya diserahkan kepada Bu Mega," lanjutnya.
Anggota Komisi I DPR RI ini juga mengutarakan, sampai sekarang PDIP masih melihat perkembangan dinamika politik di tanah air untuk melihat siapa figur yang cocok mengikuti Pilpres 2014.
"Apakah momentumnya itu nanti kita lihat bagaimana gelagat perkembangan dan dinamika politik nasional yang ada," pungkasnya.
Dengan begitu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan partainya tidak akan menggelar konvensi untuk mencari siapa yang layak untuk diajukan sebagai capres.
"Kalau partai mekanisme kita tidak ada konvensi, mekanismenya sejak dua tahun lalu diserahkan ke forum rakernas (rapat kerja nasional)," kata Tjahjo di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2013)..
"Momentumnya kapan pelaksanaanya, lalu siapa nanti yang dicalonkan apakah Ibu mega atau calon yang lain, pasangan siapa wapresnya diserahkan kepada Bu Mega," lanjutnya.
Anggota Komisi I DPR RI ini juga mengutarakan, sampai sekarang PDIP masih melihat perkembangan dinamika politik di tanah air untuk melihat siapa figur yang cocok mengikuti Pilpres 2014.
"Apakah momentumnya itu nanti kita lihat bagaimana gelagat perkembangan dan dinamika politik nasional yang ada," pungkasnya.
(lal)