Anas minta KPK ungkap dana kandidat Ketum Demokrat 2010

Rabu, 31 Juli 2013 - 11:24 WIB
Anas minta KPK ungkap...
Anas minta KPK ungkap dana kandidat Ketum Demokrat 2010
A A A
Sindonews.com - Belakangan ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengusut dana Kongres Partai Demokrat pada 2010 lalu, karena diduga salah satu pasangan calon mendapat kucuran dana dari sejumlah perusahaan BUMN.

Firman Wijaya selaku kuasa Hukum Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mendatangi kantor KPK untuk menyampaikan bukti biaya iklan calon Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat 2010 lalu yakni Andi Alifian Mallarangeng. Menurutnya, KPK harus melakukan investigasi secara mendalam terhadap sumber pendanaan tersebut.

"Menurut kami ini juga perlu untuk KPK dilakukan investigasi secara mendalam. Kalau ini kaitannya dengan pembiayaan kongres. Kami inginkan pemeriksaan ini fair," kata Firman di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2013)

Tak main-main, Firman yang didampingi beberapa tim kuasa hukum lainnya termasuk Carrel Ticuallu membawa rekaman CD (Compact Disk). Menurutnya, patut diduga kubu Andi waktu itu banyak menghabiskan anggaran.

"Salah satu kandidat menggunakan nama Presiden RI pada waktu itu posisinya sebagai tim pendukung dari salah satu calon yaitu Pak Andi Mallarangeng," kata dia.

Menurutnya, KPK harus membongkar semua pembiyaan Kongres Partai Demokrat pada tahun 2010 lalu di Bandung, termasuk iklan dari masing-masing kandidiat waktu itu. Menurutnya iklan dari masing-masing kandidat kemungkinan cukup besar.

"Tentu setiap iklan ada pembiayaannya dan kemungkinan pembiayaan itu cukup besar. Ini yang kita ingin sampaikan kepada KPK sebagai bukti temuan dan kami akan melakukan pendalaman lagi terhadap bukti-bukti yang lain," tukasnya.

Kongres Demokrat 2010 lalu diikuti oleh tiga calon, yakni Andi Alifian Mallarangen, Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie yang saat ini menjadi ketua DPR RI. Waktu itu Anas terpilih sebagai ketua umum partai Demokrat.
(lal)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved