Agenda kebangsaan capres jangan hanya berdangdut
A
A
A
Sindonews.com - Raja Dangdut Rhoma Irama digadang sebagai calon presiden (capres) oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai hanya untuk mendongkrak popularitas partai.
Pengamat Politik Universitas Airlangga Haryadi menilai, meski Rhoma saat ini laku di pemberitaan media massa, namun popularitasnya sebagai capres belum tentu benar-benar meroket seperti yang diakui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
"Enggak akan meroket elektabilitas Rhoma Irama sebagai capres," tandas Haryadi saat berbincang dengan Sindonews.com, Sabtu (27/7/2013).
Masyarakat, menurutnya, sudah semakin cerdas memilih figur capres ideal untuk memimpin negeri dan 250 juta rakyat Indonesia. "Penggemar Rhoma Irama itu merupakan cermin masyarakat komunal, bahwa poltik tradisional masih dominan," kata Haryadi.
Namun itu tidak lantas menjadikan pria yang berpoligami itu menjadi capres yang elektabel, sebab saat ini agenda kebangsaan capres juga menjadi diperhitungkan. "Agenda bangsa presidennya (Rhoma) enggak jelas, masak hanya berdangdut," ketusnya.
Pengamat Politik Universitas Airlangga Haryadi menilai, meski Rhoma saat ini laku di pemberitaan media massa, namun popularitasnya sebagai capres belum tentu benar-benar meroket seperti yang diakui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
"Enggak akan meroket elektabilitas Rhoma Irama sebagai capres," tandas Haryadi saat berbincang dengan Sindonews.com, Sabtu (27/7/2013).
Masyarakat, menurutnya, sudah semakin cerdas memilih figur capres ideal untuk memimpin negeri dan 250 juta rakyat Indonesia. "Penggemar Rhoma Irama itu merupakan cermin masyarakat komunal, bahwa poltik tradisional masih dominan," kata Haryadi.
Namun itu tidak lantas menjadikan pria yang berpoligami itu menjadi capres yang elektabel, sebab saat ini agenda kebangsaan capres juga menjadi diperhitungkan. "Agenda bangsa presidennya (Rhoma) enggak jelas, masak hanya berdangdut," ketusnya.
(lal)