Hanura minta pengumuman DPS di kelurahan tetap terpasang
Kamis, 25 Juli 2013 - 05:04 WIB
Hanura minta pengumuman DPS di kelurahan tetap terpasang
A
A
A
Sindonews.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meminta pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang terpampang di kantor kelurahan atau balai desa agar tidak dicopot sampai benar-benar selesai masa pengumuman. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang karena kesibukannya belum sempat mengecek daftar nama sebagai DPS.
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Hanura, Kristiawanto mengatakan pengumuman DPS harus tetap dibiarkan terpampang sampai mendapat masukan dan perbaikan dari masyarakat yang dijadwalkan pada berakhir sampai tanggal 1 Agustus 2013 mendatang.
"Hanura meminta pengumuman DPS yang dipasang di kantor kelurahan/desa agar tetap tersosialisasikan, ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari publik hingga 1 Agustus mendatang," ujar Kristiawanto kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (24/0/2013) malam.
Selain itu, Kritiawanto menilai, setelah mendapatkan tanggapan dari masyarakat tersebut, Panitia Pemungutan Suara (PPS) lalu menyusun Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) hingga 16 Agustus 2013 mendatang untuk kembali diumumkan dan mendapatkan masukan kembali dari masyarakat.
Dirinya berharap, KPU dan Pengawas Pemilu juga dapat memastikan agar PPS tidak melakukan pencopotan DPS yang sudah terpasang si kelurahan atau desa sejak dipasangnya pengumuman tersebut.
"Kami berharap, sebaiknya PPS jangan melepas pengumuman DPS yang dipasang dua minggu lalu hingga 24 Juli 2013 hari terakhir pengumuman DPS di tingkat kelurahan atau desa," jelasnya.
Lebih jauh, dia mengingatkan kepada panitia pemilu di lapangan, bahwa cara tersebut dilakukan sebagai upaya pembanding daftar pemilih antara yang belum diperbaiki dan yang sudah diperbaiki. Selain itu, dirinya juga berharap, kisruh DPT jelang pemilu yang sering sering terjadi dari pemilu ke pemilu tidak terulang di Pemilu 2014.
"Maka pengumuman DPS biar saja tetap ada, jangan dicopot, karena dapat menjadi alat kontrol dan pembanding kualitas data pemilih. Jadi Perbandingan antara DPS dan DPSHP itulah inti dari seluruh kualitas daftar pemilih, sehingga DPT Pemilu 2014 akurat, dan Demokrasi kita tidak terciderai," tuturnya.
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Hanura, Kristiawanto mengatakan pengumuman DPS harus tetap dibiarkan terpampang sampai mendapat masukan dan perbaikan dari masyarakat yang dijadwalkan pada berakhir sampai tanggal 1 Agustus 2013 mendatang.
"Hanura meminta pengumuman DPS yang dipasang di kantor kelurahan/desa agar tetap tersosialisasikan, ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari publik hingga 1 Agustus mendatang," ujar Kristiawanto kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (24/0/2013) malam.
Selain itu, Kritiawanto menilai, setelah mendapatkan tanggapan dari masyarakat tersebut, Panitia Pemungutan Suara (PPS) lalu menyusun Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) hingga 16 Agustus 2013 mendatang untuk kembali diumumkan dan mendapatkan masukan kembali dari masyarakat.
Dirinya berharap, KPU dan Pengawas Pemilu juga dapat memastikan agar PPS tidak melakukan pencopotan DPS yang sudah terpasang si kelurahan atau desa sejak dipasangnya pengumuman tersebut.
"Kami berharap, sebaiknya PPS jangan melepas pengumuman DPS yang dipasang dua minggu lalu hingga 24 Juli 2013 hari terakhir pengumuman DPS di tingkat kelurahan atau desa," jelasnya.
Lebih jauh, dia mengingatkan kepada panitia pemilu di lapangan, bahwa cara tersebut dilakukan sebagai upaya pembanding daftar pemilih antara yang belum diperbaiki dan yang sudah diperbaiki. Selain itu, dirinya juga berharap, kisruh DPT jelang pemilu yang sering sering terjadi dari pemilu ke pemilu tidak terulang di Pemilu 2014.
"Maka pengumuman DPS biar saja tetap ada, jangan dicopot, karena dapat menjadi alat kontrol dan pembanding kualitas data pemilih. Jadi Perbandingan antara DPS dan DPSHP itulah inti dari seluruh kualitas daftar pemilih, sehingga DPT Pemilu 2014 akurat, dan Demokrasi kita tidak terciderai," tuturnya.
(kri)