Kalah di survei capres, Marzuki Alie andalkan doa
Rabu, 17 Juli 2013 - 11:15 WIB
Kalah di survei capres, Marzuki Alie andalkan doa
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie mengaku tak khawatir meski elektabilitasnya untuk menjadi pemenang konvensi terbuka capres PD terbilang kecil.
Bedasarikan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN), elektabilitas Marzuki lebih kecil dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Dahlan Iskan.
Menurutnya hasil survei yang kecil tak memastikan jika keadaan serupa akan sama dengan kenyataan hasil konvensi partai berlambang bintang mercy itu. Ia pun mengaku hanya mengandalkan doa untuk bisa jadi pemenang konvensi capres PD.
"Banyak-banyak berdoa saja, semuanya bisa terjadi," kata Marzuki saat dihubungi, Rabu (17/7/2013).
Ketua DPR RI ini pun mengaku tak mempersiapkan secara khusus yang akan dilakukannya untuk mengikuti konvensi. "Mengalir saja, saya bukan tipikal ambisius, melaksanakan amanah saja, biarlah rakyat yang menilai," tegasnya.
Sebelumnya LSN merilis tokoh di luar PD diprediksi akan mendominasi konvensi penjaringan capres dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Peneliti Utama LSN Dipa Pradipta mengungkapkan, jika konvensi Demokrat dilakukan secara terbuka dan melibatkan publik untuk menilai, maka tokoh diluar partai seperti Jusuf Kalla, Dahlan Iskan dan Mahfud MD akan keluar menjadi pemenang.
"Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, Mahfud MD berpeluang menjadi pemenang jika mengikuti konvensi Partai Demokrat dan publik dilibatkan dalam penentuan konvensi tersebut," kata Dipa P, di Hotel Grand Menteng, Jakarta, kemarin.
Alasan LSN menempatkan Jusuf Kalla, Dahlan Iskan dan Mahfud MD, karena ketiga tokoh tersebut dianggap telah memiliki popularitas tinggi dimata publik.
Berikut urutan tokoh yang berpeluang memenangkan konvensi partai Demokrat antara lain, Jusuf Kalla (21,2) Dahlan Iskan (18,2), Mahfud MD (14,3), Ani Yudhoyono (7,1), Marzuki Alie (4,3), Gita Wirjawan (3,2).
Di posisi berikutnya ada Sri Mulyani (3,1), Pramono Edi Wibowo (1,9), Soekarwo (1,7), Jero Wacik (1,4) Djoko Suyanto (1,1) Irman Gusman (0,9) Syarif Hasan (0,7) dan Haryono Isman (0,7). Sementara publik yang menyatakan diri tidak memilih (Undecided) sebesar 20,2 persen.
Bedasarikan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN), elektabilitas Marzuki lebih kecil dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Dahlan Iskan.
Menurutnya hasil survei yang kecil tak memastikan jika keadaan serupa akan sama dengan kenyataan hasil konvensi partai berlambang bintang mercy itu. Ia pun mengaku hanya mengandalkan doa untuk bisa jadi pemenang konvensi capres PD.
"Banyak-banyak berdoa saja, semuanya bisa terjadi," kata Marzuki saat dihubungi, Rabu (17/7/2013).
Ketua DPR RI ini pun mengaku tak mempersiapkan secara khusus yang akan dilakukannya untuk mengikuti konvensi. "Mengalir saja, saya bukan tipikal ambisius, melaksanakan amanah saja, biarlah rakyat yang menilai," tegasnya.
Sebelumnya LSN merilis tokoh di luar PD diprediksi akan mendominasi konvensi penjaringan capres dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Peneliti Utama LSN Dipa Pradipta mengungkapkan, jika konvensi Demokrat dilakukan secara terbuka dan melibatkan publik untuk menilai, maka tokoh diluar partai seperti Jusuf Kalla, Dahlan Iskan dan Mahfud MD akan keluar menjadi pemenang.
"Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, Mahfud MD berpeluang menjadi pemenang jika mengikuti konvensi Partai Demokrat dan publik dilibatkan dalam penentuan konvensi tersebut," kata Dipa P, di Hotel Grand Menteng, Jakarta, kemarin.
Alasan LSN menempatkan Jusuf Kalla, Dahlan Iskan dan Mahfud MD, karena ketiga tokoh tersebut dianggap telah memiliki popularitas tinggi dimata publik.
Berikut urutan tokoh yang berpeluang memenangkan konvensi partai Demokrat antara lain, Jusuf Kalla (21,2) Dahlan Iskan (18,2), Mahfud MD (14,3), Ani Yudhoyono (7,1), Marzuki Alie (4,3), Gita Wirjawan (3,2).
Di posisi berikutnya ada Sri Mulyani (3,1), Pramono Edi Wibowo (1,9), Soekarwo (1,7), Jero Wacik (1,4) Djoko Suyanto (1,1) Irman Gusman (0,9) Syarif Hasan (0,7) dan Haryono Isman (0,7). Sementara publik yang menyatakan diri tidak memilih (Undecided) sebesar 20,2 persen.
(lal)