Peluang besar Jumhur di konvensi capres Demokrat

Senin, 15 Juli 2013 - 17:34 WIB
Peluang besar Jumhur...
Peluang besar Jumhur di konvensi capres Demokrat
A A A
Sindonews.com - Kepala BNP2TKI Muhammad Jumhur Hidayat dinilai memiliki peluang besar terpilih dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat.

Namun menurut Pengamat Politik dari Analis Point Indonesia, Karel Haryo Susetyo Muhammad Jumhur Hidayat harus berhati-hati dengan isu-isu negatif yang bisa saja dimanfaatkan pesaingnya.

"Kalo dilihat dari pesaingnya, hanya Jumhur yang punya basis massa yang jelas. Latar belakangnya kan aktivis pekerja," kata Karel usai Konsolidasi Sosial Media Gerakan Sejuta Buruh/Pekerja Mendukung Jumhur Hidayat sebagai capres di
di Bandung, Senin (15/7/2013).

Artinya, basis massa Jumhur itu tersebar di seluruh Indonesia. Apalagi di pulau Jawa yang merupakan basis buruh/pekerja terbesar di antara provinsi lainnya.

"Sedangkan bakal calon yang lain tidak menyebar. Basis masanya terlalu parsial di daerah tertentu. Maka, jika Demokrat cerdas, harusnya memang mengambil calon yang basis pendukungnya ada di mana-mana," tukas Karel.

Selain itu, di antara bakal calon yang lain, Jumhur dinilai cukup mewakili untuk tokoh muda.

Tren secara internasional pun, tokoh muda di banyak negara cukup diminati untuk dijadikan memimpin negara.

"Tren kepemimpinan dunia saat ini ada di tangan tokoh muda, seperti Barrack Obama (AS) dan Tony Blair (Inggris),"katanya.

Selain muda, lanjut dia, juga harus mempunyai prestasi karena tantangan pemimpin ke depan semakin berat.

Bakal calon presiden di Partai Demokrat sendiri tidak ada yang sampai tingkat jabatan menteri kecuali Jumhur.

"Karena memang ujiannya ada di situ. Kenapa Megawti (mantan Capres PDIP) elektabilitasnya semkain menurun? Karena PDIP terlalu memaksakan calon yang tidak sesuai dengan pasar,"kata Karel, menilai.

Terkait aktivitas Jumhur Hidayat sebagai Ketua BNP2TKI, menurutnya bukan tidak mungkin akan dijadikan peluang sebagai titik lemah oleh para pesaingnya.

Misalnya kasus-kasus penyiksaan atau hukuman mati para TKI di luar negeri, yang berpotensi dijadikan amunisi isu negatif.

"Setiap calon pasti punya masalah masing-masing," katanya.

Dia mencontohkan Gita Wiryawan yang mempunyai masalah dengan impor komoditi pangan. Solusinya tinggal bagaimana mengungkapkan fakta positif ke publik.

Terkait TKI di luar negeri, di balik satu orang yang gagal masih ada ribuan orang yang berhasil.

"Jumhur memang harus keluar dari pola komukoinasi yang dibangun oleh lembaganya untuk menyuarakan succses story. Persoalan TKI banyak koq kisah suksesnya. Dibanding yang gagal lebih banyak yang suksesnya malah,"papar Karel.

Di samping itu, hal yang harus dilakukan Jumhur adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.
(lns)
Berita Terkait
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Berita Terkini
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved