Politikus Demokrat ingin Jokowi ikut konvensi
Senin, 08 Juli 2013 - 16:16 WIB
Politikus Demokrat ingin Jokowi ikut konvensi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat (PD) Ramadhan Pohan secara pribadi berharap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), bisa diundang ke dalam penjaringan calon presiden (capres) melalui mekanisme konvensi.
"Tetapi kalau anda tanya saya pribadi, kalau peluang di PDIP tidak ada peluang ya kenapa tidak (untuk diundang)? Kalau menurut saya ya, kala komite kan beda lagi," kaata Ramadhan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, senin (8/7/2013).
Menurut dia, tak hanya Jokowi yang laik untuk diundang dalam mekanisme tersebut. Namun sederet tokoh besar lainnya seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, hingga pengusaha Chairul Tandjung juga pantas diundang mengikuti konvensi.
"Sepanjang mereka bukan capres-cawapres dari partai lain. Tetapi kan komite saja belum dibentuk," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengumumkan aturan 7 aturan pokok konvensi PD.
Salah satu poin penting ialah mengenai mekanisme seleksi dengan pola semi terbuka yakni mengizinkan bagi kader maupun non kader partai bernomor urut tujuh itu.
"Tetapi kalau anda tanya saya pribadi, kalau peluang di PDIP tidak ada peluang ya kenapa tidak (untuk diundang)? Kalau menurut saya ya, kala komite kan beda lagi," kaata Ramadhan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, senin (8/7/2013).
Menurut dia, tak hanya Jokowi yang laik untuk diundang dalam mekanisme tersebut. Namun sederet tokoh besar lainnya seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, hingga pengusaha Chairul Tandjung juga pantas diundang mengikuti konvensi.
"Sepanjang mereka bukan capres-cawapres dari partai lain. Tetapi kan komite saja belum dibentuk," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengumumkan aturan 7 aturan pokok konvensi PD.
Salah satu poin penting ialah mengenai mekanisme seleksi dengan pola semi terbuka yakni mengizinkan bagi kader maupun non kader partai bernomor urut tujuh itu.
(lal)