Politikus Hanura sanjung capres dari militer

Jum'at, 28 Juni 2013 - 10:55 WIB
Politikus Hanura sanjung...
Politikus Hanura sanjung capres dari militer
A A A
Sindonews.com - Politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Susaningtyas Nefo Kertopati menilai, calon presiden berlar belakang militer tingkat kedisiplinannya lebih bisa diandalkan.

"Saya melihat begini, tentu capres yang berasal dari militer dan polisi itu bisa kita andalkan kedisiplinannya dan methoda kinerjanya," ujar Susaningtyas kepada Sindonews, Jumat (28/6/2013).

Namun, diakuinya, di tengah demokrasi yang sedang berkembang, perbedaan antara sipil dan militer bukan hal penting. "Kita saat ini tak lagi harus mendikotomikan capres sipil vs militer," imbuhnya.

Maka itu, dia berharap pada 2014 nanti masyarakat memilih Calon Presiden (Capres) yang mempunyai integritas dan komitmen tinggi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Sekarang itu integritas komitmen dan naluri serta visi membangun bangsa yang konkret dan komprehensif dari capres,cawapres tersebut," tandasnya.

Sebelumnya, Indonesia Research Centre (IRC) merilis 28,8 persen masyarakat lebih memilih calon presiden yang memiliki latar belakang militer dan polisi. Sedangkan untuk kalangan intelektual, akademisi, guru, dan dosen hanya diminati oleh sekira 17,2 persen masyarakat.

Survei dilakukan menggunakan metode penarikan sample multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 1.800 orang dan margin of error (MoE) 2,3 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain itu, kejenuhan masyarakat terhadap politikus terlihat jelas dari hasil survei. Hanya sekira 13,9 persen masyarakat yang memilih kalangan politikus untuk menjadi presiden.

Selanjutnya, pengusaha berada di angka 12,9 persen, pejabat sipil atau birokrat sebesar 10,4 persen, tokoh agama 6,3 persen dan sisanya sebesar 5,0 persen tidak memberikan jawaban.
(kur)
Berita Terkait
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved