IPW desak Kapolri usut makelar jabatan di institusinya

Selasa, 25 Juni 2013 - 08:38 WIB
IPW desak Kapolri usut...
IPW desak Kapolri usut makelar jabatan di institusinya
A A A
Sindonews.com - Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch menilai, penangkapan dua perwira Polri AKBP ES bersama seorang Kompol, yang diduga terlibat dalam kasus makelar jabatan merupakan preseden buruk menjelang HUT Polri.

"Saya minta elite-elite Polri jangan menutup-nutupi kasus tersebut. Pasalnya, media massa sudah tahu dan tentunya masyarakat juga mengetahuinya. Saya juga minta kasus ini harus diusut tuntas dan transparan," kata Neta melalui rilisnya yang dikirm ke Sindonews.com, kemarin.

Ia mengaku, kendati pihak Kepolisian berupaya untuk memberantas makelar jabatan di tubuh korps bhayangkara ini. Namun, kasus makelar jabatan terus saja terjadi.

"Hal ini mengakibatkan perwira-perwira potensial menjadi putus asa. Sebab orang-orang tanpa prestasi tapi dekat dengan makelar jabatan dan kekuasaan bisa mendapat jabatan strategis," ungkapnya.

Neta mengatakan, sistem kaderisasi Polri yang seperti ular, hanya melingkar-lingkar di kalangan perwira tertentu. Untuk itu, kata Neta, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri harus menjelaskan secara transparan tentang anggota Polisi yang terlibat dalam makelar jabatan tersebut.

"Apalagi ada informasi yang menyebutkan penangkapan jabatan itu dilakukan oleh anggota Polri mantan penyidik KPK. Jika itu benar, hal ini menunjukkan semakin ada upaya yang kuat dari internal Polri untuk membersihkan diri dari pratek-praktek makelar jabatan," katanya.

IPW berharap, tambah Neta, KPK dan Kompolnas segera menelusuri kasus tersebut. Sehingga elite-elite Polri tidak menyembunyikan kasus ini.

"Bagaimana pun kasus ini sangat mencoreng citra Polri. Kapolri harus memberi jaminan, anggota polisi yang menangkap dan mengungkap kasus ini tidak dikorbankan tapi harus dilindungi. Sebaliknya, oknum polisi yang terlibat dalam kasus makelar jabatan harus disikat sampai habis dari tubuh Polri. Bahkan IPW memberi apresiasi kepada anggota Polri yang berani menangkap dan mengungkap kasus ini," tegasnya.
(stb)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Berita Terkini
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved