Keberanian SBY dalam memimpin tak seperti JK
Sabtu, 22 Juni 2013 - 10:02 WIB
Keberanian SBY dalam memimpin tak seperti JK
A
A
A
Sindonews.com - Keberanian pemimpin diuji melalui kebijakan yang sensitif. Misalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai keberanian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pemimpin bangsa ini diragukan.
Menurutnya, selaku pemimpin SBY tidak pernah tampil ke publik untuk menyampaikan sekaligus menjelaskan mengenai kenaikan harga BBM. Lanjutnya, pengumuman kenaikan harga BBM selalu disampaikan melau pembantunya di kabinet.
"Kalau dulu SBY bisa menyerahkan segala urusan berisiko kepada JK (Jusuf Kalla). Tapi kalau sekarang dia tidak mungkin menyerahkan kepada Boediono (Wakil Presiden sekarang). Makanya dia menyerahkan kepada menterinya," kata Ray ketika berbincang dengan Sindonews melalui sambungan telepon, Sabtu (22/6/2013).
Pada kesempatan itu, Ray juga membandingkan dengan jiwa kepemimpinan JK. Ray mencontohkan, ketika terjadi konflik menyagkut Organisasi Papua Merdeka (OPM), Gerakan Aceh Merdeka (GAM), JK dengan berani berupaya menuntaskan persoalan tersebut. "Ketika berhasil SBY mengklaim, kalau itu atas perintahnya. Itulah tabiat SBY," kata Ray.
Diberitakan sebelumnya, keputusan resmi kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM semalam diumumkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Turut hadir dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa.
Selain itu turut hadir Menteri Koordinator (Menko) Polhukam Djoko Suyanto dan beberapa menteri terkait lainnya.
Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Firmanzah mengatakan, kenaikan harga BBM akan diumumkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa atau Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Alasannya, Presiden SBY tidak dapat mengumumkan karena keputusan itu dikeluarkan melalui Peraturan Menteri (Permen).
"Kan itu diatur melalui Peraturan Menteri ESDM, jadi harga BBM eceran. Kalau nanti siapa yang akan menyampaikan, itu kan nanti bisa saja antara Menko atau Menteri ESDM. Tapi yang jelas, harga BBM itu diatur Menteri ESDM," terangnya, di DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat 21 Juni 2013.
Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai keberanian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pemimpin bangsa ini diragukan.
Menurutnya, selaku pemimpin SBY tidak pernah tampil ke publik untuk menyampaikan sekaligus menjelaskan mengenai kenaikan harga BBM. Lanjutnya, pengumuman kenaikan harga BBM selalu disampaikan melau pembantunya di kabinet.
"Kalau dulu SBY bisa menyerahkan segala urusan berisiko kepada JK (Jusuf Kalla). Tapi kalau sekarang dia tidak mungkin menyerahkan kepada Boediono (Wakil Presiden sekarang). Makanya dia menyerahkan kepada menterinya," kata Ray ketika berbincang dengan Sindonews melalui sambungan telepon, Sabtu (22/6/2013).
Pada kesempatan itu, Ray juga membandingkan dengan jiwa kepemimpinan JK. Ray mencontohkan, ketika terjadi konflik menyagkut Organisasi Papua Merdeka (OPM), Gerakan Aceh Merdeka (GAM), JK dengan berani berupaya menuntaskan persoalan tersebut. "Ketika berhasil SBY mengklaim, kalau itu atas perintahnya. Itulah tabiat SBY," kata Ray.
Diberitakan sebelumnya, keputusan resmi kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM semalam diumumkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Turut hadir dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa.
Selain itu turut hadir Menteri Koordinator (Menko) Polhukam Djoko Suyanto dan beberapa menteri terkait lainnya.
Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Firmanzah mengatakan, kenaikan harga BBM akan diumumkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa atau Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Alasannya, Presiden SBY tidak dapat mengumumkan karena keputusan itu dikeluarkan melalui Peraturan Menteri (Permen).
"Kan itu diatur melalui Peraturan Menteri ESDM, jadi harga BBM eceran. Kalau nanti siapa yang akan menyampaikan, itu kan nanti bisa saja antara Menko atau Menteri ESDM. Tapi yang jelas, harga BBM itu diatur Menteri ESDM," terangnya, di DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat 21 Juni 2013.
(mhd)