Ini 3 alasan PKS ngotot tolak kenaikan harga BBM
Rabu, 19 Juni 2013 - 08:45 WIB
Ini 3 alasan PKS ngotot tolak kenaikan harga BBM
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu partai yang ada di dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi. Tetapi, partai itu berbeda kongsi soal kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pengamat politik dan peneliti senior The Founding Fathers House Dian Permata mengatakan, ada tiga alasan kenapa partai tersebut ngotol menolak kenaikan harga BBM.
"Asumsi dasar PKS menolak kenaikan harga BBM tidak bisa dilepaskan dari tiga alasan. Pertama, kasus suap impor daging sapi. Kasus ini menyedot energi besar seluruh komponen PKS," katanya saat berbincang dengan Sindonews, Rabu (19/6/2013).
Dia melanjutkan, penyitaan terhadap aset milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Pasalnya, hal tersebut telah membuat elektabilitas PKS menurun di mata publik.
"Kedua, drama penyitaan aset LHI. Dalam hal ini PKS sudah membanding-bandingkan dgn kasus yang menimpa Angie (Angelina Sondakh) yang tidak disertai penyitaan aset," tambahnya.
Selanjutnya, pria jebolan Universitas Jayabaya ini mengatakan, partai pimpinan Anis Matta itu juga ingin memperbaiki citranya di mata publik, sama seperti partai peserta Pemilu 2014.
"Ketiga, electoral jelang pileg 2014. Dalam sidang paripurna pembahasan APBNP 2013 sangat jelas semua partai melakukan akrobat politik dengan tujuan mencari perhatian pemilih," pungkas pria jebolan University Sains Malaysia (USM).
Selain itu, kata Dian, meski PKS kerap kali berseberangan dengan Setgab koalisi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan berani mengeluarkan PKS dari Setgab.
"Sepertinya tidak (akan berani). Tapi, jika beliau berani mengeluarkan PKS dari Setgab, ini artinya ada kemajuan," tandas pria berkaca mata ini.
Pengamat politik dan peneliti senior The Founding Fathers House Dian Permata mengatakan, ada tiga alasan kenapa partai tersebut ngotol menolak kenaikan harga BBM.
"Asumsi dasar PKS menolak kenaikan harga BBM tidak bisa dilepaskan dari tiga alasan. Pertama, kasus suap impor daging sapi. Kasus ini menyedot energi besar seluruh komponen PKS," katanya saat berbincang dengan Sindonews, Rabu (19/6/2013).
Dia melanjutkan, penyitaan terhadap aset milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Pasalnya, hal tersebut telah membuat elektabilitas PKS menurun di mata publik.
"Kedua, drama penyitaan aset LHI. Dalam hal ini PKS sudah membanding-bandingkan dgn kasus yang menimpa Angie (Angelina Sondakh) yang tidak disertai penyitaan aset," tambahnya.
Selanjutnya, pria jebolan Universitas Jayabaya ini mengatakan, partai pimpinan Anis Matta itu juga ingin memperbaiki citranya di mata publik, sama seperti partai peserta Pemilu 2014.
"Ketiga, electoral jelang pileg 2014. Dalam sidang paripurna pembahasan APBNP 2013 sangat jelas semua partai melakukan akrobat politik dengan tujuan mencari perhatian pemilih," pungkas pria jebolan University Sains Malaysia (USM).
Selain itu, kata Dian, meski PKS kerap kali berseberangan dengan Setgab koalisi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan berani mengeluarkan PKS dari Setgab.
"Sepertinya tidak (akan berani). Tapi, jika beliau berani mengeluarkan PKS dari Setgab, ini artinya ada kemajuan," tandas pria berkaca mata ini.
(mhd)