PKS keluar, SBY diminta tak usah khawatir
Rabu, 19 Juni 2013 - 08:00 WIB
PKS keluar, SBY diminta tak usah khawatir
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tidak usah takut jika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jadi oposisi. Pasalnya, selain PKS, Partai Golkar juga masih bisa diandalkan untuk menjaga kekuatan pemerintah di DPR.
"Tidak usah khawatir berlebihan, jika Partai Demokrat dan SBY mampu menjaga pergerakan Golkar sebagai kekuatan kedua di parlemen," kata pakar pengamat komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana Heri Budianto kepada Sindonews, Selasa (18/6/2013).
Dia juga mengatakan, yang terpenting adalah Partai Demokrat dan SBY bisa menjaga komunikasi politik di antara partai koalisi yang ada di Sekretariat Gabungan (Setgab). "Maka itu kemampuan komunikasi politik elite Demokrat dan SBY sangat menentukan dalam hal ini," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan, bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang partai oposisi.
Hal ini terkait sikap Fraksi PKS DPR RI yang ikut menolak disahkannya Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2013 pada sidang paripurna DPR, Senin 17 Juni 2013, kemarin.
"Kan sudah jelas PKS memang partai oposisi. Tetapi menterinya, solusinya gamang," ucap Syarief Hasan di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 18 Juni 2013.
Dia pun menyerahkan kepada publik, untuk menilai PKS. Selain itu, Syarief menyarankan kepada pihak PKS, untuk menindak menteri asal PKS yang berbeda pendapat menyikapi rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. "Kalau memang tidak suka menteri, silakan partai tindak menteri," tuturnya.
"Tidak usah khawatir berlebihan, jika Partai Demokrat dan SBY mampu menjaga pergerakan Golkar sebagai kekuatan kedua di parlemen," kata pakar pengamat komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana Heri Budianto kepada Sindonews, Selasa (18/6/2013).
Dia juga mengatakan, yang terpenting adalah Partai Demokrat dan SBY bisa menjaga komunikasi politik di antara partai koalisi yang ada di Sekretariat Gabungan (Setgab). "Maka itu kemampuan komunikasi politik elite Demokrat dan SBY sangat menentukan dalam hal ini," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarief Hasan menegaskan, bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang partai oposisi.
Hal ini terkait sikap Fraksi PKS DPR RI yang ikut menolak disahkannya Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2013 pada sidang paripurna DPR, Senin 17 Juni 2013, kemarin.
"Kan sudah jelas PKS memang partai oposisi. Tetapi menterinya, solusinya gamang," ucap Syarief Hasan di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 18 Juni 2013.
Dia pun menyerahkan kepada publik, untuk menilai PKS. Selain itu, Syarief menyarankan kepada pihak PKS, untuk menindak menteri asal PKS yang berbeda pendapat menyikapi rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. "Kalau memang tidak suka menteri, silakan partai tindak menteri," tuturnya.
(mhd)