Kompensasi BBM jadi instrumen politik partai penguasa

Selasa, 18 Juni 2013 - 09:56 WIB
Kompensasi BBM jadi...
Kompensasi BBM jadi instrumen politik partai penguasa
A A A
Sindonews.com - Pakar Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Jakarta, Heri Budianto mengatakan, lambannya keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat gonjang-ganjing politik dan ekonomi tak terelakkan. Karena itu, pemerintah harus bertanggungjawab atas situasi politik dan ekonomi yang terjadi saat ini terkait rencana kenaikan harga BBM.

"Padahal domain untuk menaikkan harga BBM adalah domain pemerintah. Namun, pemerintah ragu untuk melaksanakan ini. Ekses politik tidak terelakkan tak kala keraguan pemerintah tersebut datang," ujarnya kepada Sindonews, Selasa (18/6/2013).

Tak pelak, lanjut dia, hal itu dimanfaatkan partai-partai untuk memainkan strategi politik yang kemudian terbelah pada dua opsi menerima dan menolak kenaikan harga BBM. Ia menilai, pemerintah juga tidak memiliki program yang jelas terkait penanganan masalah BBM.

"Kondisi yang tidak terprogram, dan instan ini tentu memicu konstalasi politik terkait BBM. Bukan hanya itu masalah ekonomi juga terkena ekses," kata Heri.

Ia menjelaskan, situasi dimana terjadi gelombang aksi penolakan kenaikan harga di beberapa daerah merupakan realitas nyata akibat lamban-nya pengambilan keputusan. Persoalan kenaikan harga BBM ini bukan kali ini terjadi, dan setiap akan dieksekusi selalu menimbulkan ekses sosial, politik, dan ekonomi.

"Saya memberikan solusi, mestinya pemerintah mempunyai strategi program yang jelas bisa dalam jangka menengah dan panjang (3-5) tahun untuk menaikkan harga BBM. Dengan hitung-hitungan kenaikan yang terukur, misalnya berapa persen kenaikan itu pertahun, sampai 3-5 tahun," paparnya.

Sehingga, masyarakat lebih siap menghadapi kenaikan BBM. Menurutnya, kalau strategi ini digunakan maka ekses sosial dan ekonomi bisa ditekan.

"Saya menilai muatan politis terlalu kental dalam hal kenaikan BBM ini. Itu tentu terkait dengan kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat pasca kenaikan harga BBM. Nah kompensasi ini akan dijadikan instrumen politik bagi partai penguasa untuk menarik simpati publik," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Pengamat: Rasionalisasi...
Pengamat: Rasionalisasi Harga BBM Agar Subsidi Tepat Sasaran
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved