Bikin ricuh, mahasiswa diusir Pamdal DPR

Selasa, 18 Juni 2013 - 00:05 WIB
Bikin ricuh, mahasiswa...
Bikin ricuh, mahasiswa diusir Pamdal DPR
A A A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa dan buruh membuat kericuhan setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengetuk palu menyetujui RABPNP menjadi Undang-Undang.

Kericuhan itu timbul karena sebagian besar fraksi menyetujui kenaikan harga BBM dan kompensasi BLSM. Mahasiswa dan buruh yang berada di atas balkon langsung berteriak tidak setuju dengan hasil itu.

Dengan sigap Pamdal langsung mengamankan para mahasiswa itu. Mendapat pengamanan, mahasiswa itu semakin ricuh dan akhirnya digiring ke luar dari gedung.

Di luar atau halaman ruang ruang rapat paripurna mereka kembali berorasi.
(lns)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved