Perbaiki mekanisme distribusi, bukan naikkan harga BBM

Kamis, 13 Juni 2013 - 14:59 WIB
Perbaiki mekanisme distribusi,...
Perbaiki mekanisme distribusi, bukan naikkan harga BBM
A A A
PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) konsisten menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah pertengahan bulan ini. Kebijakan menaikkan harga BBM bukan solusi yang bijak untuk menyelamatkan APBN yang jebol.

Solusi yang tepat adalah dengan memperbaiki mekanisme distribusi BBM di berbagai daerah yang masih bermasalah. Sebagai contoh, di daerah Bengkulu masih terjadi kelangkaan, sehingga harga BBM bersubsidi di atas harga normal.

Mereka pun harus membeli di pinggir-pinggir jalan, karena di SPBU-SPBU sudah banyak menghilang. Itu artinya, masalah utama terletak pada mekanisme distribusi. Jebolnya volume pemakaian BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat. Selama ini lebih disebabkan oleh kontrol dan low enforcement yang lemah dari pemerintah.

Sehingga memunculkan penyalahgunaan seperti tindakan penyelundupan dan penggunaan BBM bersubsidi oleh mereka yang tidak berhak memakainya, seperti kalangan industri dan institusi pemerintah daerah (pemda) dan pemerintah.

Berbagai kelemahan itu harus dibayar mahal dengan makin tingginya harga BBM. Belum dinaikan saja, harga BBM bersubsidi di sejumlah daerah sudah tinggi. Jika pola distribusi seperti ini tidak dibenahi, maka harga BBM akan semakin melambung setelah dinaikkan secara resmi oleh pemerintah.

Semakin tingginya harga BBM itu tentu saja akan menambah beban kehidupan rakyat semakin berat. Solusi penyerahan bantuan kepada rakyat miskin melalui BLSM yang dilakukan pemerintah tidak akan mampu menutupi beban rakyat yang semakin berat pasca kenaikan harga BBM nanti.

Beban yang harus ditanggung rakyat miskin akan lebih berat ketimbang bantuan BLSM yang mereka terima. Apalagi, saat ini mendekati Ramadhan dan tahun ajaran baru sekolah yang membuat rakyat membutuhkan pengeluaran lebih besar.

Latar belakang itulah sebenarnya yang membuat PKS secara institusi menolak kebijakan menaikkan harga BBM. Jika penolakan itu dianggap sebagai pembangkangan terhadap koalisi, maka PKS tidak berkeberatan jika Setgab mengevaluasi keanggotaan PKS di koalisi.


Syahfan Badri Sampurno

Ketua DPP PKS Badan Pemenangan Pilkada dan anggota Majelis Syuro PKS (2010-2015).
(kur)
Berita Terkait
Politikus Perlu Manfaatkan...
Politikus Perlu Manfaatkan Medsos Gaet Suara Anak Muda
KPU Pakai Lagi Kotak...
KPU Pakai Lagi Kotak Suara Kardus, PKS Usulkan Flexiglass yang Transparan
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Skenario Muluskan Parpol Tertentu Lolos ke Senayan
Politikus Perlu Gaet...
Politikus Perlu Gaet Suara Anak Muda Lewat Medsos, Begini Caranya
Bungkam Suara Oposisi,...
Bungkam Suara Oposisi, Politikus Singapura Dinyatakan Bersalah karena Berbohong kepada Parlemen
16 Daerah Pemungutan...
16 Daerah Pemungutan Suara Ulang, Politikus PAN: Preseden Buruk bagi KPU
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved