Konsistensi PKS diuji lewat kenaikan BBM

Jum'at, 07 Juni 2013 - 08:36 WIB
Konsistensi PKS diuji...
Konsistensi PKS diuji lewat kenaikan BBM
A A A
Sindonews.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai, konsistensi sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sesunguhnya teruji melalui kesesuaian sikap yang ditunjukkan terkait keputusan politik partai.

Di satu sisi, PKS dianggap berhak menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jika dasarnya memang sungguh-sungguh karena kepentingan rakyat.

"Hal itu harus dia lakukan jika ingin mewakili rakyat secara sungguh-sungguh. Akan tetapi kenaikan BBM merupakan kebijakan insidental, yang terjadi di satu titik perjalanan pemerintahan," ujarnya melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Jumat (7/6/2013).

Ia menjelaskan, pada titik yang insidental tersebut PKS nampak pro rakyat dan sekaligus berbeda dengan pemerintah yang ngotot menaikkan harga BBM. Pemerintah yang dimaksud adalah rezim yang di dalamnya tercatat PKS ikut menyatakan dukungan penuh sejak awal periode kepemimpinan Presiden susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Lalu dukungan itu diganjar dengan kursi kabinet yang dipercayakan kepada kader PKS. Lalu Setgab pun disepakati menjadi rumah koordinasi antar partai penyokong pemerintah. Nah ganjalan untuk percaya pada PKS sesungguhnya muncul di sini," tandasnya.

Lucius melanjutkan, ketika PKS ngotot menolak kebijakan yang ditempuh pemerintah, tetapi tak sejalan dengan sikapnya yang masih enggan keluar dari barisan koalisi pendukung pemerintah.

"Bagaimana sikap mendua seperti ini bisa mencerminkan integritas partai ketika kepentingan rakyat menjadi sekedar bumbu jualan politik dan kenikmatan kekuasaan menjadi menu utama," ujarnya

Ia menambahkan, publik yang kini semakin cerdas akan bisa menilai sikap PKS tersebut. Menurutnya, bukan saatnya lagi menjadikan kebutuhan rakyat sekedar jualan kampanye semata.

"Jika sekian lama rakyat merasakan tak pernah diberikan bukti dari janji kampanye terdahulu, lalu apa pula rasionalitas untuk percaya pada janji kampanye yang prematur dari partai yang bersikap ambigu seperti kasus PKS ini," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Fraksi PKS di DPR Tolak...
Fraksi PKS di DPR Tolak Rencana Kenaikan BBM Bersubsidi, Ini Alasannya
Presiden PKS Sebut Kenaikan...
Presiden PKS Sebut Kenaikan Harga BBM Akan Menambah Jumlah Warga Miskin
Sikap PKS Tolak Kenaikan...
Sikap PKS Tolak Kenaikan BBM Raih Simpati Masyarakat
PKS Sebut Dua Juta Nelayan...
PKS Sebut Dua Juta Nelayan Bisa Menganggur Jika BBM Naik
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Usai Walk Out dari Paripurna...
Usai Walk Out dari Paripurna DPR, Fraksi PKS Temui Pendemo Tolak Kenaikan BBM
Berita Terkini
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Infografis
Ojol Dipastikan Dapat...
Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Taksi Online Belum Jelas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved