3 hal yang patut dicermati dari sikap PKS
Jum'at, 07 Juni 2013 - 05:06 WIB
3 hal yang patut dicermati dari sikap PKS
A
A
A
Sindonews.com - Wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang sebentar lagi digulirkan oleh pemerintah ternyata tak mendapat sambutan baik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Penolakan itu tak hanya keluar dari mulut kader PKS yang berada di Senayan, tapi juga ditunjukkan dengan memasang spanduk di berbagai titik.
Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi mengatakan, ada tiga hal yang patut dicermati terkaitan sikap penolakan yang ditunjukkan oleh partai berideologi Islam ini.
"Pertama, PKS mencoba memanfaatkan momentum untuk fight back dan memposisikan PKS kembali pada posisi awal sebagai partai yang pro rakyat," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (6/6/2013) malam.
Kedua, kata dia, PKS mencoba menerapkan politik belah bambu khususnya pada kader-kader yang ada di pemerintahan dan pro koalisi. Dengan harapan akan ada pembeda antara yang pro pemerintah dan yang berupaya menegakkan benang basah akibat sejumlah kasus yang menimpa kader PKS.
"Yang ketiga, ini dimanfaatkan untuk menegaskan faksi-faksi yang ada di PKS. Yang mana faksi yang ada terbelah pada ikatan komitmen di masing-masing basis PKS," ujarnya.
Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi mengatakan, ada tiga hal yang patut dicermati terkaitan sikap penolakan yang ditunjukkan oleh partai berideologi Islam ini.
"Pertama, PKS mencoba memanfaatkan momentum untuk fight back dan memposisikan PKS kembali pada posisi awal sebagai partai yang pro rakyat," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (6/6/2013) malam.
Kedua, kata dia, PKS mencoba menerapkan politik belah bambu khususnya pada kader-kader yang ada di pemerintahan dan pro koalisi. Dengan harapan akan ada pembeda antara yang pro pemerintah dan yang berupaya menegakkan benang basah akibat sejumlah kasus yang menimpa kader PKS.
"Yang ketiga, ini dimanfaatkan untuk menegaskan faksi-faksi yang ada di PKS. Yang mana faksi yang ada terbelah pada ikatan komitmen di masing-masing basis PKS," ujarnya.
(kri)