Bongkar korupsi besar, KPK membutuhkan investigasi hebat
Kamis, 18 April 2013 - 07:44 WIB
Bongkar korupsi besar, KPK membutuhkan investigasi hebat
A
A
A
Sindonews.com - Pemerhati Korupsi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi mengatakan, guna menunjang kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga antikoruspi itu harus memenuhi beberapa kriteria.
"Seperti KPK membutuhkan orang-orang investigasi yang hebat. Ada regulasi terhadap KPK, agar KPK tetap independen," katanya saat dihubungi Sindonews, Kamis (18/4/2013).
Dia mengatakan, di internak lembaga antikorupsi itu, masih ada yang mau bermain politik sehingga beberapa kasus yang ditanganinya tergantung kepentingan. "Maka itu, KPK harus mendapatkan dukungan dari masyarakat," katanya.
Terkait KPK melakukan tebang pilih kasus, kata dia, lembaga tersebut masih bisa dikatakan masih dalam lingkar kewajaran. "Saya kira masih ada pengaruh positif yah, walaupun kinerja KPK masih tebang pilih dalam menuntaskan kasus korupsi," tuturnya.
Sekadar diketahui, belakangan ini KPK getol melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus korupsi yang nilainya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kasus yang sudah ada di depan mata, seperti kasus bailout Bank Century, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) serta kasus Hambalang.
Sedangkan kasus yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah, hinggan triliunan rupiah terbengkalai di KPK.
"Seperti KPK membutuhkan orang-orang investigasi yang hebat. Ada regulasi terhadap KPK, agar KPK tetap independen," katanya saat dihubungi Sindonews, Kamis (18/4/2013).
Dia mengatakan, di internak lembaga antikorupsi itu, masih ada yang mau bermain politik sehingga beberapa kasus yang ditanganinya tergantung kepentingan. "Maka itu, KPK harus mendapatkan dukungan dari masyarakat," katanya.
Terkait KPK melakukan tebang pilih kasus, kata dia, lembaga tersebut masih bisa dikatakan masih dalam lingkar kewajaran. "Saya kira masih ada pengaruh positif yah, walaupun kinerja KPK masih tebang pilih dalam menuntaskan kasus korupsi," tuturnya.
Sekadar diketahui, belakangan ini KPK getol melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus korupsi yang nilainya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kasus yang sudah ada di depan mata, seperti kasus bailout Bank Century, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) serta kasus Hambalang.
Sedangkan kasus yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah, hinggan triliunan rupiah terbengkalai di KPK.
(mhd)