PPP larang keras menterinya nyaleg
Sabtu, 13 April 2013 - 10:02 WIB
PPP larang keras menterinya nyaleg
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuzy menegaskan, menteri asal partainya tidak akan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada pemilu tahun 2014.
Hal itu dilakukan, kata Ketua Komisi IV ini, supaya menteri-menterinya tetap berkonsentrasi membantu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sampai akhir pemerintahannya.
"PPP melarang menteri-menterinya nyaleg agar berkonsentrasi pada tugas-tugas negara pada sisa pemerintahan yang tidak lama lagi," ujar Romy sapaan Romahurmuzy kepada Sindonews, Sabtu (12/4/2013).
Diyakininya, menteri nyaleg akan menyita waktu dalam menjalankan tugas kenegaraan. Pasalnya, akan sibuk melakukan konsolidasi mencari dukungan suara.
"Kalau semua menteri nyaleg, berarti dia hanya mikir dapilnya. Bagamana jadinya negara?," kata dia.
Meskipun tidak ada larangan dalam Undang-Undang Pemilu, secara etika lebih tepat jika tidak mencalonkan diri. PPP beralasan menterinya tidak lagi nyaleg supaya lebih konsentrasi pada tugas kenegaraan dan regenerasi dalam partainya.
"Etika nya demikian. Jangan semua-semua dimaui," tukas Romy.
Hal itu dilakukan, kata Ketua Komisi IV ini, supaya menteri-menterinya tetap berkonsentrasi membantu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sampai akhir pemerintahannya.
"PPP melarang menteri-menterinya nyaleg agar berkonsentrasi pada tugas-tugas negara pada sisa pemerintahan yang tidak lama lagi," ujar Romy sapaan Romahurmuzy kepada Sindonews, Sabtu (12/4/2013).
Diyakininya, menteri nyaleg akan menyita waktu dalam menjalankan tugas kenegaraan. Pasalnya, akan sibuk melakukan konsolidasi mencari dukungan suara.
"Kalau semua menteri nyaleg, berarti dia hanya mikir dapilnya. Bagamana jadinya negara?," kata dia.
Meskipun tidak ada larangan dalam Undang-Undang Pemilu, secara etika lebih tepat jika tidak mencalonkan diri. PPP beralasan menterinya tidak lagi nyaleg supaya lebih konsentrasi pada tugas kenegaraan dan regenerasi dalam partainya.
"Etika nya demikian. Jangan semua-semua dimaui," tukas Romy.
(kri)