Bawaslu keukeuh KPU langgar kode etik

Rabu, 10 April 2013 - 16:47 WIB
Bawaslu keukeuh KPU...
Bawaslu keukeuh KPU langgar kode etik
A A A
Sindonews.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kembali menggelar sidang lanjutan dugaan kode etik yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dalam sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli ini, Bawaslu bersikukuh dan meyakini bahwa KPU melanggar kode etik.

Pelanggaran kode etik KPU itu, karena tidak meneruskan hasil sidang ajudikasi agar meloloskan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi parpol peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua DKPP Jimly Asshidiqie itu, Ketua Bawaslu Muhammad, kembali menerangkan Undang-undang (UU) Pemilu Nomor 8/2012, bahwa lembaganya diberi kewenangan untuk menyelesaikan sengketa pemilu.

"Kami persoalkan sikap KPU tidak menindaklanjuti putusan Bawaslu. Hasil fatwa MA (Mahkamah Agung), bahwa Bawaslu diberi kewenangan memberikan putusan. Namun, respon dan sikap teradu (KPU), tidak menjalankan putusan atas PKPI, hanya direspon hari ke tujuh (ditolak)," kata Muhammad di ruang sidang DKPP, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2013).

Dia pun menyebut bahwa langkah KPU yang tidak mau menjalani rekomendasi putusan itu adalah sikap inskonstitusi, dengan tidak menjalankan kewenangan Bawaslu untuk memutuskan sengketa pemilu atas PKPI.

"Sikap penolakan KPU tidak konstitusional, bukankah KPU harus bersikap konstitusi. Jadi, sikap KPU ada batas-batas etika yang dilanggar," cetusnya.

Sementara itu, dalam perkara yang sama, Pengamat Pemilu dari Correct, Refly Harun juga sepakat dengan apa yang disampaikan lembaga pengawasan tersebut. Dikatakan dia, Correct sebagai pengamat pemilu bertujuan untuk menegakkan keadilan dalam penyelenggaraan pemilu.

"Kami yakin setelah diperkuat PT TUN (Pengadilan Tinggu Tata Usaha Negara), dalam amar putusannya, tindakan tidak menerima PKPI. Bahwa itu langgar hukum," imbuhnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved