Mendikbud: Kurikulum perlu tanamkan etika & budi pekerti

Rabu, 10 April 2013 - 08:14 WIB
Mendikbud: Kurikulum...
Mendikbud: Kurikulum perlu tanamkan etika & budi pekerti
A A A
Sindonews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh menyatakan, pemerintah akan mengubah kurikulum pendidikan agar merangsang para anak didik lebih sensitif terhadap etika dan berbudi pekerti yang tinggi.

"Membangun anak-anak Indonesia ke depan bukan hanya mengedepankan pengetahuan dan keterampilan, etika juga diperlukan. Budi pekerti, sikap toleransi, tahan banting dan memiliki jiwa juang yang tinggi itu dibutuhkan dalam dunia pendidikan kita," kata Nuh saat berkunjung ke STKIP Muhammadiyah di Manokwari, Papua Barat, Selasa (9/4/2013) malam.

Nuh menambahkan, sistem pembelajaran harus ditata ulang agar anak didik memiliki etika dan budi pekerti yang kuat selain kebutuhan keterampilan.

"Di kurikulum 2013, membangun kompetensi pendidikan, pengetahuan, keterampilan dan etika kurikulum yang menjadi satu kesatuan utuh tidak boleh hanya mengajarkan saince. Karena yang ingin kita bangun bukan hanya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga agama dan budi pekerti," katanya.

Menurutnya, mata pelajaran IPA dan IPS perlu diubah, dimana yang pendekatannya sistem lapis sekarang, akan diubah dan disatukan dengan biologi sebagai dasar, karena fenomena alam ini berangkatnya dari makluk hidup.

IPS diubah dari bentuk kue lapis menjadi plafon geografi. Demikian juga dengan pendidikan Pancasila akan dirombak kurikulumnya untuk membuat warga negara lebih cinta bangsa dan negara.

Nuh menilai, pendidikan agama tidak boleh ekslusif, melalinkan harus education for all. Tidak membedakan agama, ras, suku untuk umatnya sendiri melainkan untuk semua umat manusia.

Dia berpesan kepada STKIP sebagai pelopor ilmu pendidikan di Papua Barat agar tahan banting dan meningkatkan daya imunitas melalui vaksinasi.

"Dalam kehidupan ada tiga penyakit dasar, yakni penyakit kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan peradaban dan vaksinasinya adalah pendidikan," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pentingnya Integrasi...
Pentingnya Integrasi Kemampuan Wirausaha dalam Kurikulum Pendidikan Indonesia
Perundungan dan Kurikulum...
Perundungan dan Kurikulum Merdeka Setengah Hati
Apa Itu Kurikulum? Ini...
Apa Itu Kurikulum? Ini Penjelasannya dalam UU Sisdiknas
Dukung Kurikulum Merdeka,...
Dukung Kurikulum Merdeka, Sekolah dan Sektor Swasta Jalin Kolaborasi
Implementasi Kurikulum...
Implementasi Kurikulum Merdeka Dinilai akan Tingkatkan Skor PISA Indonesia
8 Dimensi Profil Lulusan...
8 Dimensi Profil Lulusan Jadi Fokus Baru Kurikulum, Ini Penjelasan Pakar
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
4 Hal Perlu Diperhatikan...
4 Hal Perlu Diperhatikan Penderita Asam Urat saat Makan Mi Instan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved