Endriartono: Jangan tawarkan saya jadi Wakil Presiden

Sabtu, 06 April 2013 - 15:59 WIB
Endriartono: Jangan...
Endriartono: Jangan tawarkan saya jadi Wakil Presiden
A A A
Sindonews.com - Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto mengaku siap maju sebagai calon Presiden RI pada Pemilu 2014. Bagi Panglima TNI era Presiden Megawati Soekarnoputri ini, jabatan Presiden penting untuk melakukan perubahan supaya Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan rakyatnya jadi lebih sejahtera.

Kata dia, tanpa menduduki jabatan Presiden, tidak mungkin bisa melakukan perubahan bagi NKRI. Karena itulah dia enggan menjadi Wakil Presiden.

"Jangan tawarkan saya jadi Wakil Presiden, bukan karena saya sombong, angkuh, apalagi mengejar jabatan. Tetapi karena yang bisa melakukan perubahan adalah presiden," kata Endriartono, di sela acara Silaturahmi Bersama Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto bertema "Kepemimpinan Nasional dan Masa Depan Bangsa Indonesia" di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Sabtu (6/4/2013).

Ia menegaskan, akan mencalonkan diri sebagai presiden bukan karena mengejar jabatan. "Saya lakukan itu bukan semata-mata demi kepentingan pribadi, tetapi demi kebaikan rakyat," katanya.

Saat didesak wartawan apakah dia akan segera melakukan deklarasi pencalonannya sebagai Presiden, Endriartonoi hanya tersenyum. Menurutnya, pencalonan harus melewati sistem yang ada di Indonesia, yakni lewat partai politik. "Ya kita lihat lah," tukasnya.

Dia juga sempat berteka-teki terkait pencalonannya sebagai Presiden. Menurutnya, setiap orang tua pasti memiliki niatan baik untuk anak-anaknya. Seorang pemimpin juga harus punya niatan baik

"Apakah saya punya niatan baik? Saya punya keyakinan bahwa saya akan bisa. Itu harapan mereka saat memilih saya. Niatan baik tidak akan merugikan, akan tahu halal haram," tuturnya.

Endriartono juga mengaku kecewa dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meski diakuinya bisa menjabat hingga dua periode. Banyak masalah bangsa ini yang belum bisa teratasi. Hal ini terjadi karean tidak adanya garis besar haluan negara (GBHN).

"Presiden periode sekarang meski mengecewakan, bisa dua periode," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
Berita Terkini
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved