Wacana pembubaran Densus 88 adalah tuntutan teroris

Rabu, 13 Maret 2013 - 17:27 WIB
Wacana pembubaran Densus...
Wacana pembubaran Densus 88 adalah tuntutan teroris
A A A
Sindonews.com - Permintaan untuk membubarkan Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror, karena beredarnya video kekerasan terhadap terduga teroris di Poso, Sulawesi Tengah, dianggap sangat aneh dan tidak masuk akal.

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, pembubaran Densus karena dituding melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) itu, bukan permintaan masyarakat, melainkan para teroris.

"Wacana membubarkan Densus itu daur ulang tuntutan teroris tujuh tahun lalu. Teroris merasa terganggu oleh Densus. Mereka ditangkapi, dihentikan, dan jaringannya dibongkar," tegas Ansyaad dalam diskusi dengan tema 'Wacana Pembubaran Densus 88' di Kantor Komisi Hukum Nasional, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2013).

Ansyaad mempertanyakan, mengapa seruan pembubaran itu tidak ditujukan kepada orang yang menebarkan kebencian dan permusuhan kepada pemerintah? Dia menambahkan, lihat pelanggaran HAM, jangan sepotong-sepotong.

"Kenapa Densus menangkap mereka keras? Karena, mereka hadapi teroris dengan bom di badan," terangnya.

Menurut Ansyaad, menceritakan di Saudi Arabia, tembak-menembak teroris terjadi di jalan dan menggunakan kekuatan militer. Pasalnya, para teroris sudah brutal, mereka membunuh banyak orang yang tidak berdosa dengan cara sadis, seperti digorok dan dimutilasi. Apa itu bukan pelanggaran HAM.

Oleh karenanya, pembentuk Densus, lanjut Ansyaad, karena satuan reguler tidak cukup menghadapi extraordinary crime atau kejaharan luar biasa. Masyarakat Indonesia juga tidak boleh melupakan jasa Densus 88 yang berhasil menumpas teroris

"Penumpasan teroris delapan tahun lalu. Densus berhasil memporak-porandakan jaringan mereka dan operasi mereka," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Berita Terkini
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Infografis
Saat Ini, Musuh Terberat...
Saat Ini, Musuh Terberat Israel Adalah Kelompok Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved