Belum punya kendaraan, JK belum putuskan nyapres
Jum'at, 22 Februari 2013 - 14:48 WIB
Belum punya kendaraan, JK belum putuskan nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Peluang mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk mencalonkan diri pada Pilpres 2014 masih terkendala kendaraan politik. Hingga kini diakui Ketua Umum PMI tersebut belum ada partai politik (Parpol) yang mengusungnya untuk untuk maju.
"Nantilah kita bicarakan dulu. Untuk majukan banyak syaratnya, ya antara lain partai politik," ujar JK usai membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PMI di Yogyakarta, Jumat (22/2/2013).
Posisi sebagai mantan Ketua Umum Partai Golkar, kata JK, saat ini juga belum memberikan keyakinan akan memperoleh dukungan untuk maju dalam bursa Pilpres 2014. Terlebih saat ini partai berlambang pohon beringin sudah mendeklarasikan Ketua Umumnya Abu Rizal Bakrie sebagai capres 2014.
Sementara untuk partai politik lain disebutkan Jusuf Kalla belum ada yang berupaya untuk melakukan pendakatan. "Belum, belum ada. Nanti kita bicarakan lagi," tambahnya.
Disinggung 2013 sudah masuk tahun politik yang diikuti dengan berbagai persiapan, pengusaha asal Makassar tersebut menilai satu tahun waktu yang tersisa masih panjang. Sementara perkembangan politik di Indonesia disebutkannya, mengalami perkembangan dan dinamisasi cukup cepat.
"Nantilah kita bicarakan dulu. Untuk majukan banyak syaratnya, ya antara lain partai politik," ujar JK usai membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PMI di Yogyakarta, Jumat (22/2/2013).
Posisi sebagai mantan Ketua Umum Partai Golkar, kata JK, saat ini juga belum memberikan keyakinan akan memperoleh dukungan untuk maju dalam bursa Pilpres 2014. Terlebih saat ini partai berlambang pohon beringin sudah mendeklarasikan Ketua Umumnya Abu Rizal Bakrie sebagai capres 2014.
Sementara untuk partai politik lain disebutkan Jusuf Kalla belum ada yang berupaya untuk melakukan pendakatan. "Belum, belum ada. Nanti kita bicarakan lagi," tambahnya.
Disinggung 2013 sudah masuk tahun politik yang diikuti dengan berbagai persiapan, pengusaha asal Makassar tersebut menilai satu tahun waktu yang tersisa masih panjang. Sementara perkembangan politik di Indonesia disebutkannya, mengalami perkembangan dan dinamisasi cukup cepat.
(kri)