DPD cemburu SBY hanya urus Demokrat
Rabu, 20 Februari 2013 - 17:23 WIB
DPD cemburu SBY hanya urus Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Langkah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin langsung upaya bersih-bersih di internal partainya terus menjadi kontroversi.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Laode Ida menegaskan, tidak setuju keputusan Presiden SBY kembali aktif mengurus Partai Demokrat.
"Presiden tidak perlu lagi urus parpol (partai politik). Saya tidak setuju sama sekali," ujar Laode saat diskusi bertema menakar peran DPD di tahun politik, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2013).
Laode menilai, jika SBY terus aktif mengurusi Partai Demokrat yang elektabilitasnya terus melorot, diyakininya tidak akan efektif untuk mengurus 240 juta lebih penduduk Indonesia. "Enggak akan efektif urus rakyat dari pusat sampai ke daerah," ucapnya.
Menjelang Pemilu 2014, Laode menuding pihak Istana telah membuat heboh suasana politik nasional saat ini. "Tahun ini adalah tahun kegelisahan Cikeas dan Istana yang bikin negera goncang dan rakyat tidak terlayani dengan baik," pungkasnya.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Laode Ida menegaskan, tidak setuju keputusan Presiden SBY kembali aktif mengurus Partai Demokrat.
"Presiden tidak perlu lagi urus parpol (partai politik). Saya tidak setuju sama sekali," ujar Laode saat diskusi bertema menakar peran DPD di tahun politik, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2013).
Laode menilai, jika SBY terus aktif mengurusi Partai Demokrat yang elektabilitasnya terus melorot, diyakininya tidak akan efektif untuk mengurus 240 juta lebih penduduk Indonesia. "Enggak akan efektif urus rakyat dari pusat sampai ke daerah," ucapnya.
Menjelang Pemilu 2014, Laode menuding pihak Istana telah membuat heboh suasana politik nasional saat ini. "Tahun ini adalah tahun kegelisahan Cikeas dan Istana yang bikin negera goncang dan rakyat tidak terlayani dengan baik," pungkasnya.
(maf)