Hasil investigasi KPK harus bisa menjawab 'misteri' sprindik
Jum'at, 15 Februari 2013 - 09:57 WIB
Hasil investigasi KPK harus bisa menjawab 'misteri' sprindik
A
A
A
Sindonews.com - Komisi III DPR masih tak habis pikir mengapa dokumen penting terkait surat perintah penyidikan (sprindik) yang diduga milik Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bisa bocor ke publik. Tak hanya itu, bocornya sprindik itu juga disertai keganjilan-keganjilan lainnya.
Anggota Komisi III Sarifudin Sudding mengatakan, yang jadi pertanyaan banyak pihak mengapa dokumen negara bisa sampai bocor ke publik. Apalagi dokumen itu menyangkut kredibilitas seseorang.
"Yang jadi pertanyaan juga bagi kita, kenapa yang sudah ditandatangani oleh Pak Pandu kemudian tiba-tiba ditarik kembali? Ini yang menurut saya menjadi pertanyaan. Ada siapa yang menekan, siapa yang mengintervensi KPK? Kenapa sampai hal itu terjadi, mempertaruhkan satu tanggung jawab yang sudah ditanda tangani lalu kemudian dianulir," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Jumat (15/2/2013).
Menurut Sudding, pernyataan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja yang mencabut kembali tanda tangan yang sudah terlanjur dibubuhkan pada draf sprindik itu menjadi pertanyaan besar. Hal itu menunjukkan komunikasi antar sesama pimpinan KPK kurang baik.
"Itu yang bersangkutan menandatangani dokumen itu tanpa mengatahui asal muasalnya. Saya mempertanyakan kredibilitas Pak Pandu yang menandatangani satu dokumen lalu kemudian dianulir kembali. Padahal ini dokumen yang sangat penting," tandasnya.
Politikus Hanura ini melihat ada suatu upaya untuk mendesak-desak pimpinan KPK untuk menandatangani dokumen sprindik Anas. Menurutnya, apa alasan dan siapa pelakunya patut untuk ditelusuri demi memulihkan kredibilitas KPK.
"Ini akan menjadi pertanyaan-pertanyaan besar yang memang perlu dijawab oleh KPK. Ada apa di balik semua ini. Kita harap hasil investigasi KPK bisa menjawab semua keganjilan ini," ucapnya.
Anggota Komisi III Sarifudin Sudding mengatakan, yang jadi pertanyaan banyak pihak mengapa dokumen negara bisa sampai bocor ke publik. Apalagi dokumen itu menyangkut kredibilitas seseorang.
"Yang jadi pertanyaan juga bagi kita, kenapa yang sudah ditandatangani oleh Pak Pandu kemudian tiba-tiba ditarik kembali? Ini yang menurut saya menjadi pertanyaan. Ada siapa yang menekan, siapa yang mengintervensi KPK? Kenapa sampai hal itu terjadi, mempertaruhkan satu tanggung jawab yang sudah ditanda tangani lalu kemudian dianulir," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Jumat (15/2/2013).
Menurut Sudding, pernyataan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja yang mencabut kembali tanda tangan yang sudah terlanjur dibubuhkan pada draf sprindik itu menjadi pertanyaan besar. Hal itu menunjukkan komunikasi antar sesama pimpinan KPK kurang baik.
"Itu yang bersangkutan menandatangani dokumen itu tanpa mengatahui asal muasalnya. Saya mempertanyakan kredibilitas Pak Pandu yang menandatangani satu dokumen lalu kemudian dianulir kembali. Padahal ini dokumen yang sangat penting," tandasnya.
Politikus Hanura ini melihat ada suatu upaya untuk mendesak-desak pimpinan KPK untuk menandatangani dokumen sprindik Anas. Menurutnya, apa alasan dan siapa pelakunya patut untuk ditelusuri demi memulihkan kredibilitas KPK.
"Ini akan menjadi pertanyaan-pertanyaan besar yang memang perlu dijawab oleh KPK. Ada apa di balik semua ini. Kita harap hasil investigasi KPK bisa menjawab semua keganjilan ini," ucapnya.
(kri)