SBY lebih tegas kepada Anas ketimbang menterinya

Senin, 11 Februari 2013 - 17:19 WIB
SBY lebih tegas kepada...
SBY lebih tegas kepada Anas ketimbang menterinya
A A A
Sindonews.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingkari komitmennya dalam melakukan tindakan pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal itu terlihat ketika dirinya meminta penetapan status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam dugaan keterlibatannya pada kasus Hambalang.

ICW pun menyayangkan sikap SBY tersebut. Pasalnya, sebagai Kepala Negara, SBY dianggap kurang peduli pada pemberantasan korupsi lainnya seperti pada lembaga kementerian.

Dia dinilai hanya konsentrasi pada kasus korupsi yang diduga melibatkan kadernya, salah satunya dengan menekankan status Anas tersebut.

"Ada dorongan juga SBY sebagai presiden dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (ingin menyelamatkan partainya), tingkat komitmen yang ingin dibangun dalam penyimpangan korupsi di kementerian terlihat posisi SBY tidak kelihatan," jelas Koordinator ICW Divisi Korupsi Politik, Abdullah Dahlan saat berbincang dengan Sindonews di Kantor Komisi Informasi Publik (KIP), Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).

Dia menegaskan, kalau memang sejak awal SBY berniat untuk melakukan pemberantasan korupsi, maka Kepala Negara semestinya bisa mengambil langkah tegas ketika kabinetnya terlibat kasus korupsi. Bukan ketika elektabilitas partainya merosot karena dugaan kasus korupsi.

"Apakah menteri yang terlibat harus nonaktif, itu yang harusnya dibangun sejak awal, jangan seperti saat ini," tegas dia.

Bercermin dari sikap SBY itu, Abdullah mengaku khawatir bahwa pimpinan partai politik yang kini juga menjabat sebagai elit pemerintahan hanya mau melakukan pemberantasan korupsi demi menyelamatkan elektabilitas partainya.

"Di sisi lain kita juga mendorong, bukan tidak mungkin akan mendorong ketua lain untuk mengitu SBY untuk mengurusi parpol. Harusnya presiden ideal. Oleh karena itu agar tugas negara tidak tersita, termasuk kementerian. ICW mendorong agar pejabat di parpol yang juga berada di kementerian pilih mundur dari parpol atau jabatan menterinya," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Reshuffle Kabinet Diyakini...
Reshuffle Kabinet Diyakini Mampu Genjot Kinerja
Persepi Sebut Opini...
Persepi Sebut Opini Publik Tak Sepenuhnya Jadi Ukuran Kinerja Kementerian
Perombakan Kabinet Dinilai...
Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional
Perbaiki Kinerja Kabinet,...
Perbaiki Kinerja Kabinet, Relawan Jokowi Dorong Reshuffle
Reshuffle Kabinet Harus...
Reshuffle Kabinet Harus Berbasis Kinerja, Bukan Letupan Politik
Berita Terkini
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved