Kasus Indosat, jaksa dinilai tak paham telekomunikasi

Senin, 04 Februari 2013 - 19:26 WIB
Kasus Indosat, jaksa...
Kasus Indosat, jaksa dinilai tak paham telekomunikasi
A A A
Sindonews.com- Sidang kasus dugaan korupsi penyalahgunaan frekuensi oleh IM2 dan Indosat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap eksepsi terdakwa mengejutkan banyak pihak.

Dalam tanggapan tersebut, JPU dari Kejaksaan Agung (Kejagung) ternyata mengabaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring sebagai pembina atau pengawas sektor telekomunikasi.

Jaksa mencurigai bahwa MenKominfo perlu diklarifikasi. Meski demikian, jaksa penyidik Kejagung bahkan tidak melakukan klarifikasi dengan memanggil Menkominfo.

"Jaksa melakukan errorin objecto dan dobel standar. Kalau urusan uang memakai BPKP, namun tidak mengakui urusan teknis dibawah Menkominfo," kata pengacara Indar Atmanto, Indosat dan IM2, Luhut Pangaribuan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/2/13).

Jaksa dalam jawaban nota keberatan (eksepsi) tim penasihat hukum dalam persidangan itu tetap ngotot menyatakan bahwa dakwaannya sudah benar dan tidak mengubah ataupun membuat surat dakwaan menjadi cermat, jelas, dan lengkap.

Luhut menilai, jaksa juga tidak merespon tentang mengapa tidak menggunakan aturan 'lex spesialis' perundangan telekomunikasi namun langsung kepada perundangan Tipikor. Meskipun dalam jawaban yang sama jaksa mengakui secara tidak langsung bahwa BPKP tidak berwenang menghitung kerugian negara.

"Sekarang saya yakin, Jaksa tidak hanya salah tafsir dan kriminalisasi tapi sesat," ungkap Luhut menanggapi alasan penolakan eksepsi oleh Jaksa.

Dia mengklaim, jaksa semakin nampak tidak memahami telekomunikasi tetapi memaksakan diri. Dia berpandangan, jaksa Kejagung pun tetap tidak tahu bedanya jaringan dan frekwensi.

"Padahal kalau ada jaringan itu tidak bisa dipisahkan dengan frekuensinya, karena tidak akan ada jaringan kalau tidak ada frekuensi, tidak ada frekuensi kalau tidak ada jaringan. Nah IM2 itu jelas-jelas adalah ISP internet service provider. Undang-undang mengatakan, supaya masyarakat sebanyak-banyaknya memanfaatkan jaringan telekomunikasi," tandas Luhut dengan kesal.
(kri)
Berita Terkait
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Penegakan Hukum Sontoloyo
Penegakan Hukum Sontoloyo
Demi Penegakan Hukum...
Demi Penegakan Hukum yang Lebih Luas, LQ Lawfirm Terus Berbenah
Survei Polling Institute:...
Survei Polling Institute: Kondisi Penegakan Hukum Perlu Perbaikan
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved