KPU tidak tegas, akan muncul konflik antar parpol
Kamis, 17 Januari 2013 - 05:31 WIB
KPU tidak tegas, akan muncul konflik antar parpol
A
A
A
Sindonews.com - Tidak tegasnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengatur iklan atau sosialisasi terkait partai politik (Parpol), akan menimbulkan konflik baru antara parpol tersebut.
Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto mengatakan, tidak menutup keungkinan beberapa parpol akan saling tuding. Pasalnya, seperti diketahui ada parpol yang memiliki latar belakang media.
"Jika terus dibiarkan, nanti akan ada saling tuding antara partai. Ini harusnya Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) bisa menjalankan fungsinya bersama KPU (Komisi Pemilihan Umum), melakukan kerja sama dengan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) serta Dewan Pers, untuk mengantisipasi hal tersebut," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Rabu (16/1/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, selain rawan memunculkan konflik, hal ini berimbas pada mudahnya parpol melakukan gugatan kepada KPU maupun Bawaslu. Tentunya, ini akan membawa dampak buruk bagi pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang.
"Karena jika terus dibiarkan, akan rawan terjadi gugatan terhadap parpol," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang Pemilu 2014 suhu politik diperkirakan akan terus memanas. Gesekan antar parpol bakal terjadi.
"Suhu politik akan naik, ditandai dengan gesekan politik yang makin meningkat sebagai pemanasan," kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
Pria yang akrab disapa Ical ini mengimbau para kadernya dalam melakukan komunikasi politik dengan parpol peserta pemilu lainnya, harus santun agar menimbulkan hubungan baik. "Hindari intrik dan fitnah politik," imbaunya.
Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto mengatakan, tidak menutup keungkinan beberapa parpol akan saling tuding. Pasalnya, seperti diketahui ada parpol yang memiliki latar belakang media.
"Jika terus dibiarkan, nanti akan ada saling tuding antara partai. Ini harusnya Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) bisa menjalankan fungsinya bersama KPU (Komisi Pemilihan Umum), melakukan kerja sama dengan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) serta Dewan Pers, untuk mengantisipasi hal tersebut," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Rabu (16/1/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, selain rawan memunculkan konflik, hal ini berimbas pada mudahnya parpol melakukan gugatan kepada KPU maupun Bawaslu. Tentunya, ini akan membawa dampak buruk bagi pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang.
"Karena jika terus dibiarkan, akan rawan terjadi gugatan terhadap parpol," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang Pemilu 2014 suhu politik diperkirakan akan terus memanas. Gesekan antar parpol bakal terjadi.
"Suhu politik akan naik, ditandai dengan gesekan politik yang makin meningkat sebagai pemanasan," kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
Pria yang akrab disapa Ical ini mengimbau para kadernya dalam melakukan komunikasi politik dengan parpol peserta pemilu lainnya, harus santun agar menimbulkan hubungan baik. "Hindari intrik dan fitnah politik," imbaunya.
(maf)