Nasrep: KPU langgar dua pasal

Rabu, 09 Januari 2013 - 18:11 WIB
Nasrep: KPU langgar...
Nasrep: KPU langgar dua pasal
A A A

Sindonews.com - Sambangi Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Partai Nasional Republik (Nasrep) serahkan temuan dua pelanggaran pasal yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pelanggaran pertama adalah pasal 16 Ayat 1 mengenai kepengurusan partai.

Dijelaskan dalam pasal itu, kepengurusan harus dilakukan secara verifikasi faktual dan menyeluruh untuk kecamatan. Nasrep menemukan untuk kepengurusan kabupaten kota dan provinsi tidak dilakukan secara menyeluruh.

"Mereka (KPU) melanggar Pasal 16 ayat 1 datanya bukti pelanggaran antara lain bukti pelanggaran pelaksanaan undang-undang. Pasal 16 ayat 1 harus ada pembaginya 30 persen wanita. Tanpa menghitung pembanding 70 persen dari laki-laki," jelas Ketua Umum Partai NasRep, Jus Usman di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2013).

Selain itu, NasRep juga menilai KPU telah melanggar Pasal 8 ayat 2 mengenai sembilan item kepengurusan. "Kalau kepengurusan kecamatan itu massif sekali. Terus tidak diverifikasi faktual keanggotaan laki-laki. Bukti-bukti akan menyusul," ucapnya.

Oleh karena itu, Jus merasa ada diskriminiasi yang dilakukan KPU kepada partainya. Diskriminasi itu begitu terasa dalam pembagian waktu yang tak adil. "Antara 16 parpol lebih lama dari 18 partai," tegasnya.

Karena menemukan pelanggaran pelaksanaan ketentuaan undang-undang, Nasrep pun melayangkan gugatan hukum melalui Bawaslu. Tak hanya ke Bawaslu, NasRep juga akan melakukan gugatan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait dugaan adanya pelanggran etika yang dilakukan komisioner KPU.

"Dengan begitu kita akan lakukan gugatan ke DKPP terkait etika penyelenggaraan Pemilu komisioner. Dalam sumpah dan janji sebelum komisioner laksanakan tugas, dia harus bekerja sesuai perundang-undangan," terangnya.
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved