Priyo minta surat wantim tak dipertentangkan
Selasa, 18 Desember 2012 - 14:37 WIB
Priyo minta surat wantim tak dipertentangkan
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menghormati surat yang dilayangkan oleh Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tandjung, mengenai elektabilitas calon presiden Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).
"Intinya gini mengenai surat wantim, surat Pak Akbar pasti akan kami hormati karena wantim punya kewenangan memberikan saran," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Surat Akbar Tandjung, lanjut Priyo, dijadikan sebagai motivasi supaya kader Golkar, organisasi sayap maupun pendiri supaya lebih masif lagi dalam berkonsolidasi untuk menaikkan elektabilitas Ical.
"Intisari surat itu kami ambil positifnya," ujarnya.
Priyo yang juga Wakil Ketua DPR mengaku, sudah membaca surat dari wantim tersebut, pasalnya tidak ada yang perlu dipertentangkan.
"Sehingga tidak perlu dipertentangkan antara Pak Akbar dengan Pak Aburizal Bakrie seolah-olah dalam posisi front saya tidak melihat arah ke situ dan beliau bukan dalam posisi face to face," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Wantim Partai Golkar Akbar Tandjung memberikan surat kepada DPP Partai Golkar mengenai elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) yang dibatasi hingga Juli 2013 harus naik jika ingin dicapreskan dari Golkar. Jika tidak kunjung naik bisa saja pencapresan Ical di Evaluasi.
"Intinya gini mengenai surat wantim, surat Pak Akbar pasti akan kami hormati karena wantim punya kewenangan memberikan saran," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Surat Akbar Tandjung, lanjut Priyo, dijadikan sebagai motivasi supaya kader Golkar, organisasi sayap maupun pendiri supaya lebih masif lagi dalam berkonsolidasi untuk menaikkan elektabilitas Ical.
"Intisari surat itu kami ambil positifnya," ujarnya.
Priyo yang juga Wakil Ketua DPR mengaku, sudah membaca surat dari wantim tersebut, pasalnya tidak ada yang perlu dipertentangkan.
"Sehingga tidak perlu dipertentangkan antara Pak Akbar dengan Pak Aburizal Bakrie seolah-olah dalam posisi front saya tidak melihat arah ke situ dan beliau bukan dalam posisi face to face," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Wantim Partai Golkar Akbar Tandjung memberikan surat kepada DPP Partai Golkar mengenai elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) yang dibatasi hingga Juli 2013 harus naik jika ingin dicapreskan dari Golkar. Jika tidak kunjung naik bisa saja pencapresan Ical di Evaluasi.
(mhd)