KPK siapkan sistem Indonesia pemantau
Selasa, 11 Desember 2012 - 15:50 WIB
KPK siapkan sistem Indonesia pemantau
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membangun satu program untuk mempercepat pemberantas tindak pidana korupsi (Tipikor), program tersebut ialah sistem Indonesia pemantau.
Kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam diskusi bertema "Membangun Karakter Pemuda Indonesia Antikorupsi" di GOR Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2012).
"Kita sedang buat satu sistem yang bernama Sistem Indonesia Pemantau, jadi nanti ada informasi jalan di seluruh Indonesia. Siapa kontraktornya, tahun berapa proyeknya," jelasnya.
Tujuan sistem tersebut ialah, untuk memantau pembangunan jalan hingga kualitas jalan tersebut. "Jadi kalau nanti jadi kontraktor di tempat yang sama dan jalan sudah hancur. Sistem Indonesia Pemantau ini akan tahu, bahwa si proyek ini enggak benar," tandasnya.
Dia pun mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam sistem itu, dalam memantau setiap proyek pembangunan jalan di Indonesia. "Nanti masyarakat bisa pakai smartphone, foto terus klik kirim jadi bisa diketahui kualitasnya," pintanya.
Tak hanya membangun Sistem Indonesia Pemantau, KPK juga sedang membangun program Social Cost Corruption. Program ini ialah untuk mendefinisikan total kerugian negara yang sebenarnya akibat perilaku korupsi.
"Selama ini kan hanya berapa yang disuap atau yang dikeluarkan, padahal dampak sosial sangat luar biasa. Contoh jembatan di Kalimantan yang harusnya untuk kualitas 50 tahun, tapi 10 tahun ambruk, kerugian 40 tahun harusnya dihitung dong. Belum lagi rakyat yang tidak dapat bekerja. Jadi nanti cara menghitungkan diubah," pungkasnya.
Kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam diskusi bertema "Membangun Karakter Pemuda Indonesia Antikorupsi" di GOR Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2012).
"Kita sedang buat satu sistem yang bernama Sistem Indonesia Pemantau, jadi nanti ada informasi jalan di seluruh Indonesia. Siapa kontraktornya, tahun berapa proyeknya," jelasnya.
Tujuan sistem tersebut ialah, untuk memantau pembangunan jalan hingga kualitas jalan tersebut. "Jadi kalau nanti jadi kontraktor di tempat yang sama dan jalan sudah hancur. Sistem Indonesia Pemantau ini akan tahu, bahwa si proyek ini enggak benar," tandasnya.
Dia pun mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam sistem itu, dalam memantau setiap proyek pembangunan jalan di Indonesia. "Nanti masyarakat bisa pakai smartphone, foto terus klik kirim jadi bisa diketahui kualitasnya," pintanya.
Tak hanya membangun Sistem Indonesia Pemantau, KPK juga sedang membangun program Social Cost Corruption. Program ini ialah untuk mendefinisikan total kerugian negara yang sebenarnya akibat perilaku korupsi.
"Selama ini kan hanya berapa yang disuap atau yang dikeluarkan, padahal dampak sosial sangat luar biasa. Contoh jembatan di Kalimantan yang harusnya untuk kualitas 50 tahun, tapi 10 tahun ambruk, kerugian 40 tahun harusnya dihitung dong. Belum lagi rakyat yang tidak dapat bekerja. Jadi nanti cara menghitungkan diubah," pungkasnya.
(mhd)