Publik harus punya peran berantas korupsi
Sabtu, 08 Desember 2012 - 16:08 WIB
Publik harus punya peran berantas korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Kasus korupsi terus menjadi tema utama dalam perbincangan publik saat ini. Untuk menanganinya, tidak bisa dibebankan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saja, melainkan menjadi tanggung jawab semua pihak.
"Partisipasi publik ini sangat diperlukan dalam memberantas korupsi. Perubahan itu akan sulit terjadi jika kitanya diam, kita harus bergerak. Apabila DPR punya resolusi, tapi kitanya hanya diam menunggu ya resolusi untuk memberantas korupsi itu tidak akan jalan," ujar tim pembela penyidik KPK Taufik Basari saat berdiskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, (8/12/2012).
Selain itu, lanjut pria akrab disapa Tobas ini, publik diminta aktif dalam mengawasi kinerja penegakan hukum di Indonesia.
"Publik juga harus ikut mendorong, mendesak, dan mengawasi terhadap kinerja penegak hukum atau institusi. Saat ini sedang banyak momentum tercipta, karena itu juga lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif juga bisa manfaatkan momentum ini," tuturnya.
Senada dengan Tobas, Koordinator Investigatif ICW, Agus Sunaryanto juga mengatakan hal yang sama.
"KPK sudah membuat prestasi memperingati hari anti korupsi dengan menetapkan Andi Malarangeng sebagai tersangka. Namun leadership yang kuat juga penting sebagai pawang, jangan hanya andalkan KPK. KPK itu lembaga independen," pungkas Agus
"Partisipasi publik ini sangat diperlukan dalam memberantas korupsi. Perubahan itu akan sulit terjadi jika kitanya diam, kita harus bergerak. Apabila DPR punya resolusi, tapi kitanya hanya diam menunggu ya resolusi untuk memberantas korupsi itu tidak akan jalan," ujar tim pembela penyidik KPK Taufik Basari saat berdiskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, (8/12/2012).
Selain itu, lanjut pria akrab disapa Tobas ini, publik diminta aktif dalam mengawasi kinerja penegakan hukum di Indonesia.
"Publik juga harus ikut mendorong, mendesak, dan mengawasi terhadap kinerja penegak hukum atau institusi. Saat ini sedang banyak momentum tercipta, karena itu juga lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif juga bisa manfaatkan momentum ini," tuturnya.
Senada dengan Tobas, Koordinator Investigatif ICW, Agus Sunaryanto juga mengatakan hal yang sama.
"KPK sudah membuat prestasi memperingati hari anti korupsi dengan menetapkan Andi Malarangeng sebagai tersangka. Namun leadership yang kuat juga penting sebagai pawang, jangan hanya andalkan KPK. KPK itu lembaga independen," pungkas Agus
(lns)