KPU diminta percepat tahapan pemilu
Jum'at, 07 Desember 2012 - 09:09 WIB
KPU diminta percepat tahapan pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adhie M Massardi meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mempercepat tahapan Pemilu 2014, yang selama ini terkesan coba diundur-undur, mengikuti kemauan sejumlah partai besar.
"KPU jangan terlalu mengikuti kemauan (parpol) berkuasa untuk mengelaminasi parpol lain (baru)," ujar Adhie, saat dihubungi lewat BlackBerry Messenger (BBM), Jumat (7/12/2012).
Dia menyarankan KPU agar berkonsultasi dengan mengundang sejumlah pakar yang memiliki nama baik di mata masyarakat, untuk menyelenggaran dan mempercepat tahapan pemilu yang berjalan lamban tersebut. Seperti Adnan Buyung Nasution, Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, Tri Sutrisno dan lainnya.
"Libatkan tokoh-tokoh yang masih memliki trust public untuk masuk di KPU. Undang juga beberapa pakar pemilu untuk bahas masalah ini. Intinya, percepat proses pemberian mandat baru dari rakyat," terangnya.
Dia menambahkan, percepatan tahapan pemilu juga pernah dilakukan pada 1999 dan terbukti hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Hal itu terlihat dari sedikitnya jumlah pejabat yang korup.
"Hasilnya pasti lebih baik. Karena, rakyat sekarang lagi hot mengawasi. Sebab kalau yang sekarang ada kn sudah pasti buruknya," tukasnya.
"KPU jangan terlalu mengikuti kemauan (parpol) berkuasa untuk mengelaminasi parpol lain (baru)," ujar Adhie, saat dihubungi lewat BlackBerry Messenger (BBM), Jumat (7/12/2012).
Dia menyarankan KPU agar berkonsultasi dengan mengundang sejumlah pakar yang memiliki nama baik di mata masyarakat, untuk menyelenggaran dan mempercepat tahapan pemilu yang berjalan lamban tersebut. Seperti Adnan Buyung Nasution, Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, Tri Sutrisno dan lainnya.
"Libatkan tokoh-tokoh yang masih memliki trust public untuk masuk di KPU. Undang juga beberapa pakar pemilu untuk bahas masalah ini. Intinya, percepat proses pemberian mandat baru dari rakyat," terangnya.
Dia menambahkan, percepatan tahapan pemilu juga pernah dilakukan pada 1999 dan terbukti hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Hal itu terlihat dari sedikitnya jumlah pejabat yang korup.
"Hasilnya pasti lebih baik. Karena, rakyat sekarang lagi hot mengawasi. Sebab kalau yang sekarang ada kn sudah pasti buruknya," tukasnya.
(san)