PKB tak serius usung Rhoma
Senin, 03 Desember 2012 - 12:45 WIB
PKB tak serius usung Rhoma
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang akan mengusung Raja Dangdut Rhoma Irama untuk maju ke bursa pemilihan presiden 2014 dinilai tak serius.
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menilai, hal itu merupakan hal yang hampir dipastikan tidak memiliki unsur kebenaran jika memang benar Rhoma yang akan dimajukan Partai Islam tersebut.
"Kita belajar dari pencapresan yang ada, orang selalu yang jauh-jauh mencapreskan tidak ada satupun yang berhasil. Kalau kita lihat mulai dari Gus Dur, SBY, dan sebagainya, itu kan benar-benar pencapresan yang ada dalam hitungan yang tidak terlalu jauh," tutur Pramono Anung, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/11/20120).
Menurut Pramono, jika pencalonan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, hal itu justru berpotensi keburukan seseorang yang maju dalam pemilihan akan terungkap ke publik (negative point).
Meski begitu, terkait pencapresan Rhoma, Pramono meyakini Rhoma merupakan sosok yang dikenal masyarakat, sehingga menjadi haknya apabila Rhoma percaya diri maju sebagai orang nomor satu di negeri ini.
"Itu hak pribadi seseorang, dan saya meyakini Bang Rhoma tokoh figur publik yang terekam jejaknya sejak lama dan juga punya konsituen yang loyal kepada dia. Namun apakah nanti dia yang diusung sebagai calon pada tahun 2014 nanti, saya harus katakan dengan jujur, saya termasuk yang tidak yakin," ujar politikus PDIP ini.
Seperti diketahui, kemarin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminang Raja Dangdut Rhoma Irama untuk maju dalam ajang Pilpres 2014. Meski demikian, PKB tetap akan mempertimbangkan siapa yang terbaik untuk diusung menjadi capres dari partainya.
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menilai, hal itu merupakan hal yang hampir dipastikan tidak memiliki unsur kebenaran jika memang benar Rhoma yang akan dimajukan Partai Islam tersebut.
"Kita belajar dari pencapresan yang ada, orang selalu yang jauh-jauh mencapreskan tidak ada satupun yang berhasil. Kalau kita lihat mulai dari Gus Dur, SBY, dan sebagainya, itu kan benar-benar pencapresan yang ada dalam hitungan yang tidak terlalu jauh," tutur Pramono Anung, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/11/20120).
Menurut Pramono, jika pencalonan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, hal itu justru berpotensi keburukan seseorang yang maju dalam pemilihan akan terungkap ke publik (negative point).
Meski begitu, terkait pencapresan Rhoma, Pramono meyakini Rhoma merupakan sosok yang dikenal masyarakat, sehingga menjadi haknya apabila Rhoma percaya diri maju sebagai orang nomor satu di negeri ini.
"Itu hak pribadi seseorang, dan saya meyakini Bang Rhoma tokoh figur publik yang terekam jejaknya sejak lama dan juga punya konsituen yang loyal kepada dia. Namun apakah nanti dia yang diusung sebagai calon pada tahun 2014 nanti, saya harus katakan dengan jujur, saya termasuk yang tidak yakin," ujar politikus PDIP ini.
Seperti diketahui, kemarin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminang Raja Dangdut Rhoma Irama untuk maju dalam ajang Pilpres 2014. Meski demikian, PKB tetap akan mempertimbangkan siapa yang terbaik untuk diusung menjadi capres dari partainya.
(rsa)