Martin: Seharusnya Komisi III bisa bela Abraham
Minggu, 02 Desember 2012 - 08:22 WIB
Martin: Seharusnya Komisi III bisa bela Abraham
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat mengaku kaget, dengan sikap para rekanannya di Komisi III pasca curhatan mantan penyidik KPK. Pasalnya, Komisi III tidak membela Pimpinan KPK Abraham Samad yang menjadi rekanan Komisi III.
"Mengherankan mengapa saat eks penyidik KPK curhat ke Komisi III tentang kepemimpinan KPK yang dianggap menyalahi standard operasi di KPK, tidak mendapat pembelaan yang pantas dari Komisi III. Malah terkesan di publik seolah-olah Komisi III ikut menyalahkan Pimpinan KPK," katanya saat dihubungi Sindonews, Minggu (2/12/2012).
Padahal, kata Martin, Komisi III lah yang mengangkat Samad menjadi Pimpinan KPK. Abraham Samad dipilih oleh hampir semua anggota DPR Komisi III setahun lalu, baik sebagai pimpinan maupun sebagai Ketua KPK dengan sangat meyakinkan.
"Kritikan tajam dari mantan penyidik KPK dari Polri terhadap kepemimpinan Abraham Samad selama hampir setahun ini sangat mengagetkan," ujarnya.
Menurutnya, Komisi III lah yang harus malu dengan kritikan tersebut mengingat Komisi hukum itulah yang memilih sendiri Ketua KPK.
"Kalau Komisi III memiliki rasa sensitivitas yang tinggi, seharusnya yang merasa malu dengan kritikan pedas itu adalah anggota Komisi III sendiri," tandas politikus Partai Gerindra itu.
Lebih lanjut Martin mengatakan, seharusnya Komisi III bisa mendukung Abraham Samad dalam menuntaskan tugasnya di KPK.
"Oleh karena itu, Komisi III seharusnya sangat mendukung Abraham Samad dengan gebrakannya yang pro pada pemberantasan korupsi. Saya sampai sekarang masih bertanya-tanya, atmosfir apa sebenarnya yang sedang menghinggapi Komisi III sekarang, terutama dalam hubungannya dengan POLRI dan KPK," ujarnya.
"Mengherankan mengapa saat eks penyidik KPK curhat ke Komisi III tentang kepemimpinan KPK yang dianggap menyalahi standard operasi di KPK, tidak mendapat pembelaan yang pantas dari Komisi III. Malah terkesan di publik seolah-olah Komisi III ikut menyalahkan Pimpinan KPK," katanya saat dihubungi Sindonews, Minggu (2/12/2012).
Padahal, kata Martin, Komisi III lah yang mengangkat Samad menjadi Pimpinan KPK. Abraham Samad dipilih oleh hampir semua anggota DPR Komisi III setahun lalu, baik sebagai pimpinan maupun sebagai Ketua KPK dengan sangat meyakinkan.
"Kritikan tajam dari mantan penyidik KPK dari Polri terhadap kepemimpinan Abraham Samad selama hampir setahun ini sangat mengagetkan," ujarnya.
Menurutnya, Komisi III lah yang harus malu dengan kritikan tersebut mengingat Komisi hukum itulah yang memilih sendiri Ketua KPK.
"Kalau Komisi III memiliki rasa sensitivitas yang tinggi, seharusnya yang merasa malu dengan kritikan pedas itu adalah anggota Komisi III sendiri," tandas politikus Partai Gerindra itu.
Lebih lanjut Martin mengatakan, seharusnya Komisi III bisa mendukung Abraham Samad dalam menuntaskan tugasnya di KPK.
"Oleh karena itu, Komisi III seharusnya sangat mendukung Abraham Samad dengan gebrakannya yang pro pada pemberantasan korupsi. Saya sampai sekarang masih bertanya-tanya, atmosfir apa sebenarnya yang sedang menghinggapi Komisi III sekarang, terutama dalam hubungannya dengan POLRI dan KPK," ujarnya.
(mhd)