Usung Ical, Golkar terpaksa
Sabtu, 01 Desember 2012 - 09:19 WIB
Usung Ical, Golkar terpaksa
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S. Bakri meminta Partai Golkar melakukan evaluasi calon Presiden yang akan dimajukannya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 yang akan datang. Sebab Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) memiliki elektabilitas sangat rendah.
"Survei yang mandek ini harus disikapi realistis oleh para politisi Golkar. Ini tidak bisa diabaikan begitu saja mesti harus disikapi. Masih ada waktu cukup evaluasi," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Sabtu (1/12/2012).
Namun, dinilainya evaluasi ini pun belum bisa menjanjikan adanya solusi bagi Golkar dalam hal ini. "Tapi jika evaluasi pun bisa menjadi perpecahan tubuh Golkar. Pada akhirnya berpulang kepada kelapangan dada Ical," terangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, dalam survei diketahui, masyarakat mendambakan sosok yang kontras dengan Presiden saat ini. "Masyarakat sudah jengah. Rindu pemimpin yang bisa mengambil keputusan. Nah ciri-ciri seperti itu tidak ada dalam diri Ical," tambahnya.
Hal tersebut, semakin menambah kesan bahwa Golkar terpaksa, karena tidak punya pilihan tokoh lain untuk dimajukan dalam Pilpres 2014, ditambah lagi partai-partai yang kini semakin banyak.
"Semakin banyaknya partai menjadikan Golkar krisis kepemimpinan. Golkar sudah minim stock, jika diputer-puter ujung-ujungnya ya kembali lagi ke Ical," pungkasnya.
"Survei yang mandek ini harus disikapi realistis oleh para politisi Golkar. Ini tidak bisa diabaikan begitu saja mesti harus disikapi. Masih ada waktu cukup evaluasi," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Sabtu (1/12/2012).
Namun, dinilainya evaluasi ini pun belum bisa menjanjikan adanya solusi bagi Golkar dalam hal ini. "Tapi jika evaluasi pun bisa menjadi perpecahan tubuh Golkar. Pada akhirnya berpulang kepada kelapangan dada Ical," terangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, dalam survei diketahui, masyarakat mendambakan sosok yang kontras dengan Presiden saat ini. "Masyarakat sudah jengah. Rindu pemimpin yang bisa mengambil keputusan. Nah ciri-ciri seperti itu tidak ada dalam diri Ical," tambahnya.
Hal tersebut, semakin menambah kesan bahwa Golkar terpaksa, karena tidak punya pilihan tokoh lain untuk dimajukan dalam Pilpres 2014, ditambah lagi partai-partai yang kini semakin banyak.
"Semakin banyaknya partai menjadikan Golkar krisis kepemimpinan. Golkar sudah minim stock, jika diputer-puter ujung-ujungnya ya kembali lagi ke Ical," pungkasnya.
(san)